INILAH.COM, Gaza City - Aktris dan pegiat HAM Mia Farrow, mengaku prihatin dengan anak-anak yang hidup di Jalur Gaza. Mereka hidup dalam pemblokiran tentara Israel serta dirundung kemiskinan dan dicabik perang. Padahal, mereka pantas mendapatkan hidup yang lebih baik.
"Anak-anak tersebut kelihatan dicengkeram trauma," kata Mia Farrow, di salah satu daerah kantong Palestina tersebut pada hari kedua dan terakhir kunjungannya sebagai Duta Besar Muhibah Dana Anak PBB (UNICEF), Kamis (15/10).
Para guru, kata Farrow, mengatakan bahwa ketika anak-anak mendengar suara ledakan keras, mereka melihat ke langit, berteriak, dan menangis. "Mereka tidak tahu bagaimana masa depan mereka nantinya. Mereka layak memeroleh yang lebih baik," imbuh Farrow.
Farrow, 64, tiba di Jalur Gaza, Rabu (14/10), dan bertemu dengana anak-anak yang bekerja di terowongan penyelundupan di sepanjang perbatasan Mesir. Dia mengunjungi sekolah dan satu rumah sakit serta mendapat penjelasan mengenai dampak yang dialami anak-anak Jalur Gaza dan blokade.
Israel melancarkan agresi terhadap wilayah tersebut pada 27 Desember sebagai reaksi atas serangan roket yang berlangsung terus. Serangan militer Yahudi itu menewaskan sebanyak 1.400 orang Palestina dan 13 orang Israel serta membuat banyak wilayah Jalur Gaza dipenuhi puing bangunan.
Farrow merupakan penganjur gigih hak anak dan ibu dari 14 anak, 10 di antaranya anak asuh. Dia telah berusaha menarik perhatian pada penyakit polio, dan telah mengunjungi berbagai daerah konflik, termasuk wilayah Dafur di Sudan. Dia sendiri menghadapi penyakit polio saat masih anak-anak. [*/nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !