INILAH.COM, Paris - Prancis tidak akan mengirimkan tentara lagi ke Afghanistan. Namun, Prancis tetap ingin melihat militer untuk menjaga keamanan di Afghanistan diperbesar.
Hal itu diungkapkan Presiden Nicolas Sarkozy mengatakan dalam sebuah wawancara di sebuah surat kabar di Prancis, Kamis (15/10). AS sendiri, kini sedang mempertimbangkan untuk mengirim 40 ribu tentara tambahan ke Afghanistan. Dia mendesak sekutu NATO-nya untuk menambah pasukannya guna menghadapi Taliban.
Inggris sendiri telah mengumumkan pekan ini bahwa negara itu siap untuk mengirim 500 tentara lagi. Namun, Sarkozy menegaskan pada harian Le Figaro bahwa dia tetap akan melekatkan diri pada janji lama untuk tidak mengirim lagi pasukan.
"Apakah penting untuk tetap tinggal di Afghanistan? Saya katakan ya, dan untuk untuk menang. Jika kita pergi, Pakistan sebagai satu kekuatan nuklir akan terancam. Tapi Prancis tidak akan mengirim lagi satu tentara pun," kata Sarkozy.
Dia yakin harus ada lebih banyak lagi tentara ke Afghanistan. "Mereka akan menjadi yang terbaik untuk memenangkan perang ini. Karena itu negara mereka," tegasnya.
Dia menambahkan bahwa gaji yang lebih baik dibutuhkan untuk mencegah pembelotan ke Taliban. Pemecahan Barat telah diuji dengan korban yang meningkat di Afghanistan, tempat kekerasan gerilyawan telah mencapai taraf tertingginya sejak Taliban dijatuhkan dari kekuasaan akhir 2001. [*/nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !