INILAH.COM, Jakarta Indonesia Super League (ISL) 2009/2010 kembali bergulir. Kompetisi sepak bola domestik itu dibuka dengan kejutan terseoknya klub-klub unggulan. Sinyal juara baru muncul?
Klub-klub yang masuk dalam kategori unggulan meraih hasil yang tergolong mengecewakan di dua pekan pertama ISL. Persib Bandung, Sriwijaya FC (SFC), Persija Jakarta dan Persipura Jayapura merasakan ganasnya klub-klub peserta ISL lainnya.
Mungkin sebuah kebetulan jika keempat tim mapan ini bermain tandang di pertandingan awal ISL. Persib dua kali menelan kekalahan dari Persiba Balikpapan dan PSM Makassar, sementara SFC meraih hasil seri ketika melawat ke PSM dan dibantai saat melawan Persiba.
Hasil yang sedikit lebih baik diraih Persija yang sempat kalah melawan Arema Malang namun mampu bangkit kala dijamu Persema Malang. Persipura juga hanya berhasil bermain imbang saat bertandang ke Persiwa Wamena
Selain keempat klub tersebut, Persisam Samarinda yang digadang-gadang menjadi kekuatan baru ISL setelah mendatangkan sederet pemain bintang juga hanya meraih hasil imbang kala bertamu ke Persik Kediri.
Bukan bermaksud mengecilkan klub-klub peserta ISL lainnya, namun empat klub tersebut di atas beserta Persisam memang difavoritkan untuk menjadi kampiun.
Memang terlalu dini untuk memprediksi apakah klub-klub unggulan itu akan terus meraih hasil mengecewakan atau kemudian akan bangkit dan menapaki puncak klasemen. Namun setidaknya hasil ini bisa dijadikan ukuran bahwa setiap klub peserta ISL tidak dapat dianggap remeh karena persaingan yang sementara ini terlihat merata.
Klub-klub besar tentunya tidak ingin berlarut-larut dalam kekalahan, seperti yang dilakukan SFC. Pelatih Rahmad Darmawan mengatakan dirinya akan melakukan langkah perbaikan terkait hasil buruk yang diraih anak asuhnya.
Ini merupakan kekalahan terbesar saya selama tiga musim pertandingan, langkah selanjutnya akan melakukan konsolidasi, ujar Rahmad setelah SFC digunduli 0-4 oleh Persiba.
Nama-nama besar lokal dan langganan tim nasional ataupun pemain asing nomor wahid, baik Asia atau non-Asia, yang biasanya menjadi modal klub unggulan ternyata belum mampu mendongkrak prestasi. Meski ada beberapa yang telah menunjukkan taji seperti Bambang Pamungkas di Persija dan Boaz Salossa di Persipura.
Terpuruknya para favorit juara di awal musim tentunya membuat klub dengan status non-unggulan kini bertengger di papan atas. Persiba yang berjuluk tim Beruang Madu kini memiliki status baru sebagai kuda hitam setelah mengalahkan Persib dan SFC.
Sementara tim-tim medioker seperti Arema dan PSM tetap berpotensi menjadi juara baru ISL. Dengan materi yang tidak terlalu istimewa, keduanya berhasil meraih hasil positif di awal musim ini.
Bisa jadi sinyal di awal pagelaran ISL ini menandai akan datangnya juara baru yang akan menggeser Persipura dari takhtanya. Bukan tidak mungkin keoknya klub-klub unggulan di pekan-pekan perdana bisa membangkitkan semangat dan kepercayaan diri klub-klub non-unggulan. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !