INILAH.COM, Paris Meski menjadi primadona di Tanah Air, jaringan peritel terbesar kedua dunia, Carrefour malah tak laku di Rusia. Akibatnya, mereka menarik diri dari negara komunis itu.
Carrefour memutuskan untuk menarik diri dari rencana ekspansi di Russia karena kurangnya peluang dan kesempatan pertumbuhan disana, demikian rilis peritel ini, seperti dilansir Market Watch, Jumat (16/10).
Perusahaan yang berbasis di Paris, Prancis ini mengatakan akan menjual seluruh aktivitasnya di Rusia hanya empat bulan setelah pembukaan hypermarket pertamanya di Moskow. Padahal setelah Wal-Mart Stores Inc. milik AS, mereka peritel terbesar kedua dunia.
Carrefour telah mengoperasikan dua hypermarket di Rusia, masing-masing di Kota Moskow dan Krasnodar. Mereka mengumumkan rencana hengkang bersamaan dengan laporan penjualan kuartal ketiga yang merosot 2,9% menjadi 24 miliar euro atau US$ 35,8 miliar.
Selain tak ada prospek pertumbuhan yang signifikan, Carrefour juga menyatakan mundur karena tak ada kesempatan akusisi dalam jangka pendek dan menengah yang memungkinkan mereka untuk mendapatkan posisi terkemuka di Rusia. [vin/ast]