Senin, 28 Mei 2012 | 19:27 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Haram Minta Jatah, Hanura Tetap Kritis
Headline
ist
Oleh: Bayu Hermawan
web - Sabtu, 17 Oktober 2009 | 08:10 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Tak ikuti jejak Golkar, Partai Hanura memilih untuk berada di luar pemerintahan. Partai yang dipimpin oleh Wiranto ini akan mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua DPP Hanura, Suhandoyo kepada INILAH.COM, Jakarta, Sabtu (17/10). "Kita tidak akan mengatakan, kita beroposisi. Namun, kita mengatakan bahwa Hanura akan mengkritisi kebijakan pemerintah jika ada yang menyimpang," ujarnya.

Dijelaskan Suhandoyo, mengapa Hanura tidak ingin dikatakan sepagai oposisi. Ada beberapa hal, yang pertama dalam ketatanegaraan di Indonesia memang tidak mengenal oposisi. "Selain itu jangan juga mempunyai pemikiran, kalau oposisi itu artinya melawan pemerintahan," tambahnya.

Saat ditanya apakah sudah ada komunikasi yang terbangun antara Hanura dan Partai Demokrat, Suhandoyo mengatakan belum ada. Selain itu, ditegaskannya, Hanura tidak akan meminta-minta porsi menteri kepada SBY.

"Kita tahu dirilah. Menurut saya, itu tabu. Jika kita meminta jatah, itu tidak sesuai dan kurang pas dengan adat ketimuran," ujarnya. [bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.