INILAH.COM, Hong Kong - Saham-saham di Bursa Asia mayoritas naik pada perdagangan Senin (19/10) disebabkan keoptimisan investor terhadap kinerja kuartal 3-2009 AS dan pemulihan ekonomi China. Harga minyak yang meroker ke level di atas US$79 per barel, tertinggi di 2009, dan pelemahan dolar terhadap yen dan kejatuhan Wall Street.
Mayoritas pasar regional ini diawali dengan pelemahan. Ini disebabkan rapor kuartal 3-2009 Bank of America dan General Electric yang menunjukkan bisnis dan kosumen di AS masih sarat dengan utang, mencerminkan melemahnya kembali pemulihan ekonomi di sana.
Namun, para investor ini kembali bersemangat dan optimis terhadap pemulihan ekonomi AS dengan adanya kabar rapor industri ritel yang positif. Rencananya rapor beberapa industri ritel seperti McDonald's, Whirlpool Corp akan dirilis pekan ini.
Investor juga akan menunggu performa ekonomi China kuartal terakhir 2009, termasuk sekator manufaktur, penjualan ritel, investasi dan pertumbuhan ekonomi. "Para investor yakin pertumbuhan masih terjaga dengan kuta dan akan melanjutkan dukungannya ke pasar," kata Peter Lai, Manajer Investasi DBS Vickers Hong Kong. Dia mengatakan akan ada moemntum perlambatan setelah adanya kenaikan di pasar baru-baru ini.
Di Hong Kong, Hang Seng

naik 85,7 poin (0,4%) ke level 22.015,60. Indeks Shanghai

China terangkat 1,4% ke level 3.017,97. Begitu juga dengan pasar Korea Selatan, Taiwan, Thailand terlihat naik.
Namun di Bursa Jepang, saham Nikkei 225

rata-rata turun 18,07 poin (-0,2%) ke level 10.239,49, saham di Bursa Australia dan Singapura juga ikut turun. [cms]