INILAH.COM, Taipei Setelah menjamu Dalai Lama dan memutar film mengenai seorang aktivis yang dibenci Beijing, Taiwan kini memohon ampunan Negeri Tirai Bambu itu.
Taiwan meminta China untuk tidak memboikot Kota Kaohsiung setelah menjamu Dalai Lama dan memutar film mengenai Rebiya Kadeer, aktivis yang dituduh oleh Beijing telah menghasut kekerasan, kata Wakil Pemimpin Yayasan Pertukaran Selat Taiwan Kao Koong-lian, Senin (19/10).
Kao menegaskan bahwa pemboikotan kota tidak bijak. Ia juga menyatakan bahwa pemimpin etnis Uighur di pengasingan, Rebiya Kadeer, menjadi lebih terkenal setelah Beijing memutuskan kelompok wisatawan daratan tidak akan pergi ke kota di Taiwan Selatan itu sehubungan dengan pemutaran film.
Beijing memang belum membuat pengumuman resmi tapi sejumlah hotel di Kaohsiung mendapatkan ribuan pembatalan dari wisatawan China. Padahal Dalai Lama telah berulangkali menegaskan kunjungannya bukan politik.
Sementara Kadeer, dianggap sebagai kriminal dan menuduhnya menghasut kekerasan etnik di wilayah Xinjiang pada Juli lalu, yang menewaskan hampir 200 orang. Berbagai hal ini bisa mengacaukan hubungan Taipei-Beijing yang meningkat sejak Ma Ying-jeou dari partai Kuomintang mengepalai pemerintahan tahun lalu. [*/vin]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !