INILAH.COM, Mogadishu - Kelompok garis keras Al Shabaab merusak sebuah masjid dan makam Sheikh Muslim Sufi yang dihormati di Somalia, sebagai upaya pemberontakan terhadap pemerintah resmi.
Mereka menghancurkan makam Sheikh Ali Ibaar dan masjid kami. Mereka juga merusak universitas Islam kami, kata pemuka lokal Hassan Ali kepada Reuters melalui telepon dari Kota Galhareeri, Senin (19/10).
Al Shabaab, yang disebut Washington sebagai wakil Al Qaeda di negara Tanduk Afrika itu, menargetkan tempat-tempat suci Sufi dan para pemimpin agama masa lalu. Kelompok itu melakukan pemberontakan terhadap pemerintah resmi yang mendapat dukungan PBB dan dipimpin oleh Presiden Sheikh Sharif Ahmed.
Para saksi mata menuturkan, penduduk di kota kecil itu berusaha mencegah para gerilyawan bersenjata, namun terpaksa lari karena tembakan ke udara. Seorang jubir kelompok milisi Sufi moderat Ahlu Sunna Waljamaca mengecam penodaan tempat-tempat suci di Galhareeri itu.
Al Shabaab mendesak para relawan asing bergabung dengan mereka memerangi apa yang mereka sebut pemerintah yang ingkar terhadap agama itu. Perang di Somalia menewaskan 19.000 warga sipil sejak awal tahun 2007 dan menyebabkan sekitar 1,5 juta orang mengungsi. [*/vin]