INILAH.COM, Sunderland Gol kemenangan 1-0 Sunderland atas Liverpool yang dicetak Darren Bent secara kontroversial membangkitkan sejumlah kejadian-kejadian kontroversial lainnya dalam dunia sepak bola. Tapi, pantaskah wasit mengesahkan gol tersebut?
Liverpool harus menelan kekalahan keempatnya musim ini setelah ditumbangkan Sunderland 1-0 di Stadion Light, Sabtu (17/10). Uniknya, gol kemenangan Sunderland yang dicetak Darren Bent berbau kontroversial.
Tendangan keras Bent yang mengarah ke gawang Liverpool di menit kelima yang dikawal kiper Jose Reina berubah arah setelah mengenai bola pantai berlambang Liverpool yang dipukul seorang fans The Kop saat pertandingan baru dimulai.
Wasit yang memimpin pertandingan, Mike Jones, tetap mengesahkan gol tersebut meski mendapatkan protes dari para pemain Liverpool, khususnya Reina, yang merasa golnya kebobolan dengan cara yang curang. Tetap, Jones tidak menggubris dan tetap mengesahkan gol tersebut.
Gol atau kejadian kontroversial seperti ini pernah terjadi dalam pertandingan sepak bola. Masih ingat gol legenda Argentina Diego Armando Maradona ketika menumbangkan Inggris 2-1 pada perempatfinal Piala Dunia 1986?
Ya, ketika itu Maradona mencetak gol pertama Argentina pada menit ke-51 dengan menggunakan tangan ke gawang Inggris yang dikawal Peter Shilton. Gol tersebut akhirnya dikenal dengan sebutan gol Si Tangan Tuhan.
Wasit asal Tunisia Ali Bin Nasser, yang bertugas pada pertandingan tersebut, tetap mengesahkan gol Maradona tersebut meski ilegal. Nasser mengaku dirinya tidak melihat adanya pelanggaran saat proses terjadinya gol tersebut. Dua hakim garis, Berny Ulloa Morera dan Bogdan Dotchev, juga tidak mengungkapkan adanya pelanggaran.
Gol kontroversial juga sempat di salah satu pertandingan di Coppa Italia, saat itu gol tercipta setelah bola mengenai kaki wasit terlebih dahulu dan berubah arah. Gol tersebut tetap disahkan wasit.
Jika gol Maradona dan gol di Coppa Italia tersebut tetap disahkan karena wasit tidak melihat adanya pelanggaran atau karena unsur ketidaksengajaan, tapi dalam kasus gol Bent ini seharusnya wasit Mike Jones tidak mengesahkannya. Hal ini dikarenakan gol tersebut tercipta karena adanya gangguan dari luar.
Jika merujuk buku peraturan pertandingan yang dimiliki Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) gol tersebut tidak sah. Peraturan FIFA berbunyi:
Wasit harus menghentikan, menunda atau meniadakan pertandingan karena ada gangguan apapun dari luar lapangan.
Melihat peraturan tersebut, Jones seharusnya tidak mengesahkan gol Bent. Situasi ini yang diyakini sejumlah mantan wasit Liga Primer sebagai suatu keteledoran yang dilakukan Jones. Ironisnya, ini adalah musim kedua Jones menjadi hakim lapangan di Liga Primer.
Badan Pertandingan Liga Primer (PGMOL) kemungkinan besar akan menjatuhkan hukuman kepada Jones berupa sanksi larangan memmpin pertandingan di Liga Primer. Tapi, tidak hanya Jones yang akan mendapatkan hukuman. Dua asisten wasit, Andy Newbold dan Bobby Madely, serta wasit keempat Neil Swarbrick juga tampaknya akan mendapat hukuman.[bow]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !