INILAH.COM, Bogor - Mantan Kepala Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi (BRR) Aceh-Nias Kuntoro Mangkusubroto, akan menjalani uji kelayakan sebagai calon pembantu presiden pada Selasa (20/10).
Juru bicara kepresidenan Andi Mallarangeng, di Puri Cikeas Indah, Bogor, Senin 19 Oktober mengatakan, Kuntoro akan diterima SBY di Istana Negara, Jakarta usai acara pelantikan presiden dan wapres terpilih periode 2009-2014.
"Bahwa keseluruhan rangkaian sudah selesai kecuali masih tersisa satu orang, Kuntoro Mangkusubroto, besok sore atau malam akan diterima langsung oleh Presiden di Istana sesudah acara pelantikan besok," tutur Andi.
Pemisahan jadwal pemanggilan Kuntoro dari 36 calon menteri lain yang menjalani uji kelayakan di Cikeas selama tiga hari sejak Sabtu 17 Oktober hingga Senin 19 Oktober, menurutnya, hanya masalah manajemen waktu. Pada hari terakhir pemanggilan, SBY hanya mewawancarai enam calon menteri dan uji kelayakan selesai pada sore hari pukul 17.00 WIB.
SBY, tutur Andi, membutuhkan persiapan pada Senin sore agar tampil prima pada pelantikan sebagai calon presiden terpilih periode 2009-2014 keesokan harinya. "Ini karena masalah waktu saja karena Presiden akan mempersiapkan pelantikan besok," katanya.
Ia menjelaskan Kuntoro akan menjalani uji kelayakan untuk posisi pembantu presiden yang akan menangani masalah tertentu di lingkungan kantor kepresidenan. Namun, ia menyebutkan, posisi Kuntoro itu bukanlah jabatan baru di lingkungan kepresidenan.
"Jumlah menteri 34 jelas, tapi ada hal-hal tertentu yang berada di kantor kepresidenan, hal-hal tertentu salah satunya misalkan debottlenecking," ujarnya.
Ketika ditanya apakah jabatan untuk Kuntoro adalah kepala Unit Kerja Presiden untuk Pengelolaan Program Reformasi (UKP3R), Andi hanya tersenyum.
Sebanyak 36 calon menteri telah menjalani uji kelayakan selama tiga hari di kediaman Yudhoyono, Puri Cikeas Indah. Sedangkan untuk posisi sekretaris dan jaksa agung, menurut Andi, akan dilakukan secara tersendiri.
Ia menambahkan 36 calon menteri yang telah menjalani wawancara dengan Yudhoyono memiliki kepastian sebanyak 90-95 persen untuk menjadi menteri, kecuali dalam beberapa hari ke depan menjelang pelantikan Kabinet Indonesia Bersatu jlid dua pada 22 Oktober 2009 terdapat bukti bahwa ada yang memiliki masalah hukum dan persoalan berat lain. [*/jib]