INILAH.COM, Jakarta - PT Excelcomindo Pratama tbk (EXCL) menyatakan siap mengambil jatah frekuensi 3G tambahan pada tahun depan. Pemerintah menawarkan frekuensi 3G tambahan tersebut dengan harga Rp 160 miliar.
Pemerintah sudah memberikan kesempatan kepada 5 operator tanah air yang sudah memiliki lisensi 3G untuk mengambil jatah frekuensi tambahan masing-masing 5MHz dan senilai Rp 160 miliar. Untuk tahun ini baru 2 operator saja yang mengambil jatah, yaitu Telkomsel dan Indosat, demikian seperti dikutip dari sebuah situs ekonomi nasional.
Pada pukul 15.25 WIB, saham EXCL naik Rp 270 ke Rp 2.200 dengan volume perdagangan mencapai 749 unit saham senilai Rp 815.16 miliar sebanyak 177 kali transaksi. Pergerakan saham EXCL dari kemarin cukup agresif di daerah positif. Hari ini bahkan EXCL sempat menuju Rp 2.250 dan terendah di Rp 1.950.
Operator 3G lain seperti PT Excelcomindo Pratama tbk (EXCL), PT Natrindo Telepon Seluler (Axis), dan PT Hutchinson CP Telecommunication (3) belum mengambil haknya tahun ini. Batas waktu pengambilan hak tersebut akan berakhir pada akhir tahun depan, jika tidak ada yang mengambil maka frekuensi tambahan tersebut akan dilelang pada operator 3G lainnya.
Sayap bisnis EXCL memang berkembang cukup pesat selama beberapa tahun terakhir. Selain menjadi salah satu pelopor tarif murah di Indonesia sejak 2007 lalu, jaringan EXCL juga dikenal cukup luas. Jumlah pelanggan EXCL sendiri pada akhir Juni 2009 lalu tercatat naik tajam 60% menjadi 24,7 juta pelanggan , bahkan EXCL sempat dikabarkan sudah berhasil meraih posisi sebagai operator telekomunikasi kedua di Indonesia menggungguli Indosat. [hid]