INILAH.COM, Jakarta - Prabowo Subianto tidak hadir dalam acara pelantikan SBY-Boediono. Kabarnya, Prabowo kompakan dengan Megawati Soekarnoputri yang sengaja absen dari acara tersebut.
Namun, hal itu dibantah Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani. Menurut dia, absennya mantan cawapres itu karena memang tidak diundang untuk menghadiri acara kenegaraan tersebut.
"Tidak ada itu, sekali lagi Pak Prabowo tidak datang karena tidak diundang, bukan karena Ibu Megawati tak hadir lalu Pak Prabowo tak hadir juga," katanya di Jakarta, Selasa (20/10). Saat didesak apa alasan tak diundangnya Prabowo, Muzani mengaku tidak tahu.
"Saya sendiri tak tahu mengapa panitia tak mengundang. Kalaupun Pak Wiranto hadir dalam pelantikan presiden, itu karena dia kapasitasnya sebagai Ketua umum Partai Hanura, sedangkan Prabowo itu kan Ketua Dewan Pembina Partai Gerinda, bukan ketua umum," jelasnya.
Soal sikap Partai Gerindra, Muzani mengaku akan ditentukan beberapa hari lagi ke depan. Karena itu, hingga kini Partai Gerindra masih menunggu. "Kita tunggu beberapa hari ke depan, saat ini kita masih 'wait and see'," tambahnya.
Lebih jauh menyoroti soal isi pidato Presiden Yudhoyono, Muzani menilai, belum ada terobosan yang konkret dalam pidato presiden dalam pelantikan tersebut. "Saya melihat isi pidato Presiden SBY biasa-biasa saja atau belum ada terobosan yang konkret," paparnya.
Pada 20 Oktober 2004, Megawati juga tidak menghadiri pelantikan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2004-2009. Meskipun sidang paripurna pelantikan presiden kali ini dipimpin suaminya, Ketua MPR RI Taufiq Kiemas, Megawati juga tetap memilih tidak hadir. [*/mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !