INILAH.COM, Ngawi Pilkada dengan biaya tinggi ternyata bukan hanya terjadi di kota/kabupaten besar. Di Jawa Timur, KPUD Ngawi telah menganggarkan dana senilai Rp 20 miliar guna penyelenggaraan Pilkada 2010. Pengajuan tersebut sebagai antisipasi pilkada dua putaran.
Anggota KPUD Kabupaten Ngawi Surat Ashari mengatakan usulan anggaran ini telah sesuai dengan tahapan kegiatan dan tahapan pelaksanaan Pilkada Kabupaten Ngawi 2010 mendatang.
"Perencanaan anggaran sebesar Rp 20 Miliar tersebut guna mengantisipasi terjadinya dua kali putaran pada pilkada mendatang. Mengingat kemungkinan pasangan calon yang akan maju cukup banyak," ujar Anggota KPUD Kabupaten Ngawi Surat Ashari, Selasa (20/10).
Anggaran tersebut diproyeksikan untuk 19 petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Yakni, ketua diberikan sebesar Rp 1 juta dan anggota sebesar Rp 750 ribu. Honor untuk 217 petugas Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk ketua sebesar Rp 400 ribu dan anggota sebesar Rp350 ribu.
Sedang honor untuk Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), ketua sebesar Rp 225 ribu dan anggota sebesar Rp 200 ribu. Sementara honor petugas pengaman TPS sebesar Rp200 ribu. Selain itu, juga ada honor untuk Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) sebesar Rp 300 ribu. Jumlah PPDP ini disesuaikan dengan jumlah TPS yang ada.
KPU Ngawi memprediksi, Pilkada 2010 akan berlangsung dua putaran. Sebab, jumlah calon yang maju diperkirakan lebih dari lima pasangan. Nantinya, diperkirakan juga terdapat pasangan calon yang diusung oleh parpol maupun pasangan calon independen. [beritajatim.com/nuz]