Senin, 28 Mei 2012 | 18:23 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Calon Menristek
Suharna PKS Sabar Menanti SBY
Headline
Suharna Suryapranata - ist
Oleh:
web - Rabu, 21 Oktober 2009 | 05:00 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Meski belum pasti menjadi Menteri Riset dan Teknologi. Suharna Suryapranata mengaku sabar menanti hingga pengumuman menteri oleh Presiden SBY.

"Yang jelas saya memang concern`pada bidang pembentukan SDM (sumber daya manusia). Jadi belum jelas di bidang apa. Sebaiknya tunggu pengumuman Presiden dulu," kata Suharna yang juga Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PKS di Jakarta, Selasa (20/10).

Mengenai dirinya bakal didapuk menjadi Menristek, ia justru menanyakan kembali. "Kata siapa? Bisa saja besok berubah."

Dituturkan dia, dirinya telah 20 tahun berkiprah membangun sejumlah institusi pendidikan dan pengembangan SDM. Seperti Yayasan Pendidikan Nurul Fikri, yang merupakan penyelenggara sekolah Islam Terpadu Pertama di Indonesia. Selain itu, Yayasan Pesantren Nurul Fikri yang menyelenggarakan Sekolah Terpadu Berasrama dan Yayasan Bina Nurul Fikri, yang memberikan beasiswa dan pembinaan terpadu kepada mahasiswa berprestasi.

Namun, ia mengakui, dirinya pernah menjadi peneliti di Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) sebelum memilih menjadi Dosen di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI).

Menurutnya, ia meninggalkan statusnya sebagai pegawai negeri sipil (PNS) yang telah ditekuninya selama 18 tahun karena mendirikan PKS dan mulai berpolitik praktis sampai akhirnya dilantik menjadi anggota DPR RI 2009-2014.

Pria alumni FMIPA UI dan Teknik Fisika ITB program magister Instrumentasi dan Kontrol ini juga mendirikan Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI) pada 2004. Dan telah membangun jaringan di seluruh Indonesia dan luar negeri yang mencakup lebih dari 300 ilmuwan doktor Indonesia di seluruh dunia.

Program utama yang dilancarkan MITI adalah melakukan akselerasi pemanfaatan Iptek di seluruh lini kehidupan masyarakat dan industri, serta membantu pengembangan SDM Iptek Indonesia. MITI juga mencoba melakukan kerja-sama riset dan pengembangan teknologi guna meningkatkan nilai tambah di berbagai bidang dengan berbagai institusi internasional.

Ia mencontohkan, kerja-sama pengembangan bio-energi dengan lembaga riset milik Kementerian Pertanian dan Kehutanan Jepang (2009) dan pengembangan riset di bidang imaging dan instrumentasi dengan King Saud University, Saudi Arabia (2009).

Suharna juga mendirikan ISTECS (Institute for Science and Technology Studies) yang didirikan tahun 1996 dan menghimpun doktor-doktor dalam berbagai bidang Iptek alumni luar negeri. [*/jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.