INILAH.COM, Jakarta - Memasuki musim penghujan, Pemprov DKI mulai melakukan persiapan untuk menghadapi bencana banjir yang rutin melanda Jakarta.
Salah satunya adalah dengan menggelar Pekan Sadar Bencana mulai tanggal 21-27 Oktober yang dimulai dengan melakukan apel kesiapsiagaan di Silang Monas Selatan, Rabu (21/10). "Sebanyak 38 ribu personil disiapkan yang melibatkan seluruh instansi," kata Kepala Satpol PP DKI Harianto Badjoeri.
Penanganan banjir Jakarta tahun 2009 itu akan melibatkan kerjasama antara Satkorlak PBP Provinsi DKI Jakarta, TNI/POLRI, Departemen Sosial, BNPB, BASARNAS, BMKG dan Lembaga Swadaya Masyarakat. Dalam apel siaga juga dilakukan simulasi penanganan bencana, termasuk untuk penanganan bencana gempa bumi yang disertai kebakaran.
Parade kendaraan juga diselenggarakan untuk mengecek kesiapan operasional kendaraan yang akan digunakan untuk penanggulangan bencana nantinya.
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) DKI Muhayat menyebut Pekan Siaga Bencana digelar untuk menghadapi kemungkinan bencana yang mungkin terjadi di Jakarta dan sekitarnya.
"Kita tahu Jakarta kota yang rawan bencana, oleh karena itu Satkorlak di DKI harus selalu melakukan koordinasi yang ketat dan solid dengan instansi terkait untuk mengantisipasi dan menyiapkan diri menghadapi bencana," ujarnya.
Sementara untuk persiapan menghadapi musim hujan, Muhayat menyebut Pemprov DKI juga telah melakukan langkah-langkah persiapan seperti pengerukan saluran dan sungai diseluruh Jakarta maupun pemangkasan dahan-dahan pohon sebagai upaya meminimalisir korban pohon tumbang.
Gladi lapangan penanganan banjir juga akan digelar Pemprov pada tanggal 27 Oktober di Jembatan Kampung Melayu Kali Ciliwung Kelurahan Kebon Baru, Jakarta Selatan yang bertujuan untuk memberi pengetahuan sekitar Kali Ciliwung mengenai proses tanggap darurat ketika terjadi bencana banjir. [*/bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !