INILAH.COM, Jakarta - PT Kimia Farma Tbk akan mengembangkan perkebunan rakyat dengan luas lahan sekitar 50 hektar yang bekerjasama dengan perhutani dan deptan untuk memperoleh bibit unggul.
Direktur Utama Kimia Farma Tbk Syamsul Arifin mengatakan saat ini fokus potensi investor dalam negeri. Pihaknya akan bekerjasama dengan perhutani dan departemen pertanian untuk memperoleh bibit unggul. "Buat perkebunan inti untuk memperoleh bibit unggul bisa di perkebunan rakyat dan plasma" ujarnya.
Pengembangan perkebunan jarak ini akan dilakukan di Blora,Jawa Tengah hingga Nusa Tenggara Barat. Kapasitas pemrosesan produksi mencapai 20 persen dengan undercap sekitar 1000 ton. Untuk pengembangan lahan 5 hingga 10 hektar membutuhkan biaya sekitar Rp 200 juta hingga 300 juta. Luas lahan yang dikembangkan 50 ha. [hid]