Senin, 28 Mei 2012 | 18:24 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Di Balik Penyusunan KIB II (1)
Kontroversi Menkes Baru
Headline
Endang Rahayu Sedyaningsih - wikipedia.com
Oleh: Ahluwalia
web - Kamis, 22 Oktober 2009 | 11:15 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Kontroversi pengangkatan Dr Endang Rahayu Sedyaningsih sebagai Menteri Kesehatan dalam Kabinet Indonesia Bersatu II, terus mendayu. Kontroversi ini berbau politis.

Tak terduga, nama Endang Rahayu Sedyaningsih disebut sebagai Menteri Kesehatan terpilih dalam Kabinet Indonesia Bersatu II, menyingkirkan nama Nila Djuwita Moeloek. Sumber INILAH.COM menyebutkan, konon Nila tak terpilih karena suaminya Prof Farid A Moeloek menjadi Ketua Gerakan Masyarakat Anti-perokok dan ada lobi-lobi pengusaha rokok ke Cikeas untuk menggagalkan Nilai Moeloek. Tapi tudingan ini ditepis kalangan istana.
Isu kontroversial ini menjadi politis karena belum ada keterbukaan dari Istana, mengapa Nilai Moeloek gagal jadi menteri kesehatan setelah mengikuti audisi di Cikeas.
Kembali ke Endang Rahayu Setyaningsih, dokter ini merupakan staf Departemen Kesehatan.
Menteri Kesehatan sebelumnya, Siti Fadilah Supari, menyebut Endang sebagai staf Departemen Kesehatan yang dekat dengan Namru (The US Naval Medical Reseach Unit Two) atau Unit 2 Pelayanan Medis Angkatan Laut Amerika Serikat.
Namun Endang membantah tuduhan Siti Fadilah Supari yang mengatakan bahwa dia menjual specimen virus flu burung ke luar negeri. Sebelumnya, Siti Fadilah Supari mengatakan Endang pernah membawa virus ke luar negeri tanpa seizin dia.
"Apakah saya menjual specimen? Tidak benar. Saya tidak menjual specimen," kata Endang di rumahnya di Jalan Pendidikan Raya III, Blok JJ 55 Kompleks IKIP Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (22/10).
Endang juga membantah pernah meminta maaf kepada Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari yang sebelumnya jadi atasannya di Departemen Kesehatan. "Tidak benar itu," katanya.
Endang merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (1979). Setelah lulus strata 1 di FKUI, Endang pun meneruskan gelar master dengan spesialisasi Kesehatan Publik. Endang pun lulus dengan gelar Master of Public Health, pada Juni 1992 dari Harvard School of Public Health, Boston, AS.
Di tempat kuliahnya, Endang melanjutkan studi. Pada Maret 1997, Endang pun mendapat gelar Doctor of Public Health, dari tempat yang sama, Harvard School of Public Health. Endang dipercaya bertugas di Dinas Kesehatan Provinsi DKI pada 1983-1997. Tidak hanya di level lokal dan Tanah Air, karir Endang juga terbilang gemilang di kancah dunia.
Di Badan Kesehatan Dunia (WHO), Endang memegang peran penting. Dia menjabat penasihat teknis pada Departemen Penyebaran Penyakit dan Respons di Geneva, Swiss, 1997-2006.
Menurut Endang, jabatan barunya ini merupakan kejutan bagi dia dan keluarganya. Karena itu, Endang harus amanah dalam menjalankan tugas baru. Jangan sampai dia berbuat sesuatu yang memunculkan kontroversi baru.
Hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengapa SBY mengganti Nila yang sudah mengikuti audisi ke Cikeas, dengan Kepala Litbang Depkes setara pejabat Eselon II itu. [Bersambung/mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
13 Komentar
erwin
Sabtu, 24 Oktober 2009 | 12:28 WIB
Sabar ya bu Nia...bukan bu nia yang gampang stress kata pak Hatta Rajasa (Tim Sukses pak SBY) waktu nelpon bu Nia supaya tidak jadi MENKES..tetapi pemimpin negara akan STRESS bila mengangkat bu Nia jadi MENKES...Beliau aja waktu jadi Menteri Perhubungan gagal total (liat aja banyak pesawat jatuh, kapal tenggelam)...malah dia gak dilengserkan tetapi malah jadi MENSESNEG...karena bu NIA punya banyak kepintaran sehingga gak bisa di bohongin ataupun di BODOHIN tuk kepentingan Luar Negeri...Tetap semangat buat bu NIA
atox morrison
Sabtu, 24 Oktober 2009 | 02:41 WIB
Ibu Siti mungkin terlalu dekat dengan orang yang Anti Bule..apalagi Amerika. Emangnya Laboratorim dan SDM kita sudah mampu membuat vaksin? Makanya saat Ibu Endang sebagai Kepala Lab, beliau mencari vaksin untuk flu burung yg menular antar manusia ke manusia (hanya ada di Indonesia) Untuk itu Ibu Endang membawa ke Lab milik WHO di Amerika untuk membuat vaksinnya, lagian sekarang ada hasilnya koq. Jangan menuduh terlalu jauh kalo Menkes sekarang spionasenya Amerika lah,negara kita ada lembaganya sendiri koq yg nangani spionase, lagian SBY mantan Jenderal dan taulah soal pertahanan negara. Mungkin IBu Siti sangat telak dan sakit hati banget dengan Bp. SBY, karena Menkes sekarang merupakan orang yang pernah "digeser" oleh Ibu Siti saat Ibu masih jadi Menkes. Aku gak suka kebijakan Ibu Siti selama menjadi Menkes.Ibu tampil bukan membawa lembaga Depkes tetapi diri Ibu sendiri. Selalu TP (Tebar Pesona), tidak memperhatikan kesejahteraan pegawainya dan Birokrasinya seenaknya saja. Selalu bersifat otoriter dan diktator. Siapapun pejabat yg tidak sejalan dengannya..siap2 untuk dilengserkan.
doblang
Kamis, 22 Oktober 2009 | 19:45 WIB
situ yang pilih presiden.. situ sendiri yang bingung... wkwkwkwkwk
partua siregar
Kamis, 22 Oktober 2009 | 17:26 WIB
Keputusan memberikan tugas sebagai menteri kesehatan kepada Dr.Endang Rahayu S adalah sangat tepat. Karena disamping pendikdikan sebagai dokter beliau juga menguasai kesehatan masyarakat melalui gelar yang diraihnya S2 dan S3. Semoga masyarakat kita akan bertambah sehat dan biaya pengobatan dirumah sakit akan menjadi ringan.
Argon
Kamis, 22 Oktober 2009 | 17:02 WIB
Selamat berjuang Bu Endang, buktikan bahwa tuduhan tersebut hanya fitnah dan tunjukkan bahwa anda adalah Patriot Pancasila Sejati, kami menunggu sepakterjangmu untuk membangun kesehatan bangsa ini, bukan makeupmu untuk menutupi kepalsuan yang selama ini ditutupi oleh pencitraan yang memuakan
Gagriell
Kamis, 22 Oktober 2009 | 15:19 WIB
iya ya, masa ke luar negeri bawa Virus?...
pertanda apa ini?
Kamis, 22 Oktober 2009 | 14:14 WIB
Kita dibawa semakin menjauhi kebanggaan atas rasa nasionalis...!
dewi santoso
Kamis, 22 Oktober 2009 | 13:52 WIB
Bukan mau nambah saldo rekening tapi bentuk pengabdian pada Amrik.... atau iseng2 ajah maen ke Amrik ngasengaja kebawa dech tuh virus. laporan ke bu siti nga pas bawa virusnya?
rakyatjelata
Kamis, 22 Oktober 2009 | 13:18 WIB
Yang jelas, kontroversi paling tidak terbantahkan adalah pernyataan Presiden bahwa yg telah diaudisi akan menjadi menteri ternyata tidak untuk Nila Moeloek (kalo gak salah tulis).
aria
Kamis, 22 Oktober 2009 | 13:17 WIB
Yah kalo virusnya dibawa ke Luar negeri buat cari second opinion dari kolega sesama peneliti ya bagus-bagus aja. lain halnya kalo virusnya dibawa ke perusahaan farmasi besar disana, itu yang harus dihindari
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.