INILAH.COM, Hong Kong - Saham-saham di Bursa Asia Kamis (22/10) rontok mengikuti Wall Street dan pemulihan ekonomi China yang mengakibatakn terjadi profit taking. Mayoritas bursa regional turun 1%, saat harga minyak meroket di level tertingginya di 2009 dan penguatan dolar terhadap yen.
Para investor dikagetkan dengan jatuhnya bursa AS kemarin setelah para analis men downgrade cukup besar Bank Wells Fargo & Co. AS. Itu memunculkan kekhawatiran di sektor keuangan.
Penguatan ekonomi China sebesar 8,9% pada kuartal 3-2009 yang sesuai dengan ekspektasi pasar membuat beberapa investor melakukan profit taking.
Laporan ekonomi China yang positif ini membuat beberapa analis memperkirakan ekspor China dan investasi swasta masih kuat, menandakan pembiayaan stimulus masih berlanjut.
"Pemulihan ekonomi China masih diperkirakan sekitar 8% tahun ini, tapi masih belum seimbang," ujar Kelvin Lau, ekonom Standard Chartered Bank Hong Kong.
Saham-saham yang tergabung Indeks Nikkei 225

rata-rata turun 93,07 (0,9%) ke level 10.240,32, dan Indeks Hang Seng Hong Kong turun 235,82 poin (-1,1%) ke level 22.082,29.
Indeks Shanghai

China turun 7,08 poin (-0,2%) ke level 3.063.50. Indeks Kospi Seoul

turun 1,5%, Indeks Australia turun 0,5% dan India turun 0,2%. [cms]