INILAH.COM, Jakarta - NU legowo atau berlapang dada tidak mendapat jatah menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II. Biasanya jatah Menteri Agama disebut-sebut milik NU.
"Sama sekali tidak kecewa," kata Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi menjawab pertanyaan wartawan saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Kamis (22/10).
Bagi NU, kata Hasyim, untuk posisi Menteri Agama bukan dari mana asalnya, melainkan apakah pola pikir keagamaannya seperti NU atau tidak. "Mindset ini yang dipandang NU. Jadi esensinya, bukan darimana asalnya," kata Hasyim.
Oleh karena itu, NU pun menyambut baik penunjukan Ketua Umum PPP Suryadharma Ali sebagai Menteri Agama karena pola pikir keagamaannya selaras dengan NU.
Terkait jatah Menteri Agama yang biasa diperoleh NU, Hasyim mengatakan, sebenarnya sejak dulu memang tidak ada pembicaraan institusional menyangkut jabatan menteri.
Kalaupun pada waktu lalu ada pengurus NU yang ditunjuk sebagai menteri, maka penunjukannya bersifat personal, bukan atas nama organisasi.
"Pak Maftuh (mantan Menag Maftuh Basyuni) juga bukan atas nama NU. Pak Tholchah (Prof Tholchah Hasan) dulu ditunjuk Gus Dur," katanya.
Bersama Sekjen PBNU Endang Turmudi dan Ketua Umum PP Muslimat Khofifah Indar Parawansa, Haysim justru menyampaikan ucapan selamat kepada Presiden SBY dan Wapres Boediono, serta terbentuknya KIB II.
"PBNU mendoakan dan mendorong agar pemerintah mampu membawa bangsa dan negara sebagaimana dijanjikan dalam proses menjelang pemilu sebagai amanat yang telah disanggupkan," kata Hasyim. [*/sss]