Kamis, 24 Mei 2012 | 08:08 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Salim Segaf Al-Jufri
Jabatan Menteri Adalah Rahmat
Headline
Salim Segaf Al-Jufri - inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Ahmad Munjin
web - Minggu, 25 Oktober 2009 | 17:42 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Jabatan merupakan rahmat sekaligus tanggung jawab moral. Karena itu, anggota kabinet baru tak perlu merayakan secara berlebihan dan diharapkan tidak menyelewengkannya.
Setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan susunan menteri Kabinet pukul 10 tadi malam, banyak para calon menteri terpilih mengucapkan alhamdulillah sebagai tanda syukur atas jabatan yang disandangnya. Sebagian lagi bahkan melakukan sujud syukur.
Ucapan selamat, peluk-cium dari istri-suami, anak dan sanak saudara pun menjadi warna tersendiri di rumah-rumah calon menteri terpilih. Uniknya, Menteri Sosial Salim Segaf al-Jufri berbeda dengan menteri lainnya. Ketika namanya disebut sebagai Menteri Sosial saat diumumkan SBY, dia justru mengucap Inna lillahi.
Saat nama Salim Segaf Al-Jufri disebut Presiden Yudhoyono pada urutan ke-21, pria kelahiran Solo, 17 Juli 1954 itu mengucapkan "Inna lillahi Walhamdulillah". Sesaat setelah itu, Salim menghampiri kedua orang mertuanya, dan mencium tangan mereka.
Salim menegaskan tugas departemen sosial sangat besar sehingga harus diselesaikan bersama-sama. "Bangsa ini masih menghadapi persoalan besar yang harus kita selesaikan bersama-sama. Sebagian saudara kita juga masih banyak yang hidup kurang sejahtera. Tugas Departemen Sosial sangat berat," ungkap cucu Pendiri Organisasi Al-Khairaat, dari Palu, Sulawesi Tengah.
Politisi PKS ini berjanji sejak hari pertama menjadi Menteri Sosial dirinya siap bekerja keras. "Kerja keras, kerja cerdas, dan kerja tuntas. Itu prinsip revitalisasi yang akan kita kembangkan," jelas Mensos.
Zainun Kamal, dosen program studi Pemikiran Politik Islam, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengatakan jabatan merupakan rahmat dan tanggungjawab moral. Karena itu, seorang pejabat harus bisa mempertanggujawabkan moralnya yaitu keadilan dan kebenaran. Jabatan harus diyakini sebagai suatu kebenaran.
Karena itu, jabatan harus dipertanggungjawabkan seperti keadilan dan keberpihakan kepada masyarakat bawah yang tertindas secara ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Jabatan merupakan rahmat karena diamanatkan suatu tanggungjawab atau kepercayaan untuk berbuat lebih banyak untuk orang lain, katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (22/10).
Lebih jauh Zainun mengisahkan Umar Bin Khattab saat diangkat menjadi khalifah. Umar mengatakan, tidak ada yang kuat di hadapan saya kecuali menjadi lemah, dan tidak ada yang lemah kecuali menjadi kuat. Artinya, Umar benar-benar berjanji untuk menjalankan kebenaran dan keadilan, ujarnya.
Zainun kembali menegaskan jabatan harus disyukuri karena merupakan satu tanggungjawab yang berat. Karena itu penerima jabatan berjanji menjalankan tugasnya sebaik-baiknya.
Ditanya apakah ucapan Inalillahi sudah ada presden dalam sejarah Islam pada saat jabatan diemban, Para khalifah Islam tidak pernah mengucapkan Innalillah wa innalillahi rojiun, tukasnya.

Zainun menilai jabatan yang diemban KIB jilid II, sekarang tidak sepenuhnya ideal. Pasalnya, jabatan tersebut diberikan kepada orang yang memang benar-benar berharap mendapatkannya. Agama mengajarkan, orang yang mengharapkan jabatan jangan dikasih, tukasnya.
Seharusnya, orang yang mendapatkan jabatan merasa takut mendapatkan jabatan. Nabi mengatakan, orang yang meminta-minta jabatan jangan dikasih dan jangan dikasih juga orang yang tidak pernah berharap sama sekali. Jabatan harus diorientasikan pada niat tulus untuk memberikan manfaat bagi masyarakat banyak, pungkasnya. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
13 Komentar
arifin
Jumat, 30 Oktober 2009 | 22:26 WIB
kalo jabatan menteri sebagai rahmat, kenapa pake ngancam2 segala buat dapetinnya....??
Boim
Jumat, 30 Oktober 2009 | 10:50 WIB
Assalamu'alaikum, Saudaraku Avgan saya rasa benar yang di katakan wasekjen PKS memang Kejaksaan dan Polri melakukan kezoliman kepada KPK, terus apanya yang salah ? masa ente nggak ngerti sama tulisan ente sendiri.
Avgan
Rabu, 28 Oktober 2009 | 22:28 WIB
Meliat dan mendengar sendiri ucapan dan posisi wasekjen PKS dlm diskusi di tvone Selasa malam mengenai pendzoliman pimpinan KPK oleh Polri dan Kejakgung saya beristighfar karena ternyata sekarang PKS telah nyata2 dan terang2an menjadi partai pendukung koruptor dan oknum kejaksaan/polisi korup dan bejat. Alangkah najisnya!
iffary oikgb
Selasa, 27 Oktober 2009 | 21:17 WIB
Bieb... Smoga Antum bs jalani tugas, dan tolong rakyat benar-benar diperhatikan. Suara rakyat adalah suara malaikat... Smoga Antum sperti Umar bin khaththab dan alm. Habib Ali Alatas (menlu RI)
jokiebim
Selasa, 27 Oktober 2009 | 15:47 WIB
kalo antara judul dan isinya itu bukan ucapan dari salim segaf, tapi ucapan dari zainun kamal. apa maksudnya? apakah ada unsur kesengajaan sehingga seolah-olah ucapan itu adalah ucapan salim segaf?
mamet
Selasa, 27 Oktober 2009 | 14:28 WIB
deh.deh.deh orang ngomong Inalillahi aja dikomentarin panjang. emang dosa...
Abu Naufal
Senin, 26 Oktober 2009 | 23:56 WIB
Apa hubungan Zainun Kamal dengan Dr. Salim yang ditunjuk menjadi menteri sosial? Apakah kesalahan ketik? Dan menagapa berita ini tidak diganti-ganti sedah beberapa hari? Yang profesional doooooong!
zainal
Minggu, 25 Oktober 2009 | 06:44 WIB
Halo zainun, saya zainal :D Profile menteri berdasarkan prespektif zainun, itulah judul yang tepat..
Anto
Sabtu, 24 Oktober 2009 | 19:43 WIB
Semoga ustad ttp istiqomah,dakwah mmg perlu juga kekuasaan,jadikanlah kesempatan ini utk berjihad dan berdakwah,mudah2an dg 4 kader PKS Di kabinet ini bisa merubah negara ini kearah yg lbh baik.amin.
dani
Sabtu, 24 Oktober 2009 | 10:12 WIB
kami ucapkan selamat bertugas, tolong perhatikan anak yatim, fakir miskin, janda tua, orang yg teraniaya hak nya, takutlah doa-doa orang yang teraniaya.Insyaallah saya percaya Dr. Salim Mampu mengemban amanah ini, mari kita dukung.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.