INILAH.COM, Jakarta - PT Indo Farma Tbk
(INAF) menaksir penjualannya di triwulan III-2009 bakal turun sekitar 10 persen dibandingkan periode yang sama 2008.
Hal tersebut dikemukakan Direktur Utama Indo Farma, P. Soedibyo saat menghadiri Sertijab Menteri Negara BUMN di Gedung Kementerian BUMN di Jakarta, Kamis (22/10).
Menurutnya, penurunan ini lebih buruk ketimbang Septemebr tahun lalu yang bisa mencapi angka 10% dari penjualan. Penurunan ini lantaran terlambatnya pelaksanaan tender penjualan obet generik arahan pemerintah. Memang, tender yang akan direalisasikan pada tahun ini tadinya diperkirakan bisa terealisasi pada awal tahun lalu.
Saat ini, jumlah proyek tender obat generik yang sedang berjalan itu sebesar Rp200 miliar. Sebagian dari tender itu sudah ada pemenangnya, dengan jumlah sekitar Rp 100 miliar. Setiap tahunnya, emiten berkode INAF itu melakukan tender obat generik senilai Rp 300 miliar. Jadi, tender proyek obat generik setiap tahunnya bisa menyumbang hingga 40%.
"Jadi pemasukan dari reguler bagus, tapi dari tender ini yang tersendat," pungkasnya. [san/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !