INILAH.COM, Jakarta - Menteri ESDM Darwin Saleh dalam rapim pertamanya sangat fokus pada pengembangan geothermal (panas bumi) di tanah air sebgai alternatif energi.
"Kita akan memperhatikan betul soal pengembangan geothermal (panas bumi). Kita ingin tingkatkan pengembnagn panas bumi, supaya pembangkit listrik kita tidak hanya bergantung pada minyak semata tetapi juga mengandalkan tenaga panas bumi," katanya usai melakukan Rapat Pimpinan (Rapim) dengan segenap jajaran eselon I di sektor ESDM, Jumat (23/10).
Pihaknya ingin melihat kendala-kendala dalam pengembangan listrik panas bumi di tanah air. Dia menambahkan cara lain untuk memperlancar program pengembangan geothermal adalah soal insentif. "Kita ingin melihat apa kendala yang menghambat pengembangan panas bumi. Kita ingin segera menyelesaikan regulasi yang terkait," terangnya.
Sebelumnya Direktur Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi memastikan kalau patokan harga listrik panas bumi sudah disepakati antara PLN dengan pengembang listrik panas bumi. Adapun besaran nilainnya sekitar US$ 8,6 per kwh. Namun, untuk pengesahannya tinggal menunggu putusan akhir menteri ESDM baru.
Direktur Utama PT PLN (Persero) Fahmi Mochtar pernah menjelaskan patokan harga listrik panas bumi yang sekitar US$8,6 per kWh adalah patokan tertinggi. PLN akan memakai patokan tersebut kalau membuka tender pengembangan panas bumi. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !