INILAH.COM, Jakarta - Menteri ESDM Darwin Saleh menerangkan dalam 100 hari kerjanya di ESDM, akan konsen pada beberapa masalah penting, di antaranya soal pengembangan Coalbed Methane dan Panas Bumi (geothermal).
"Kita segera mengupayakan restrukturisasi regulasi yang menyangkut geothermal (panas bumi), kemudian juga menyangkut penyusunan perangkat peraturan untuk pengembangan CBM, sehingga dapat menghasilkan energi sebelum 2011," kata Darwin usai Rapimter tutup dengan para Dirjen, serta pegawai eselon I di sektor ESDM, Jumat (23/10).
Dia menambahkan langkah lain, kemudian melakukan revisi dan pemutakhiran rencana induk energi mixed. Menyiapkan rencana strategis penyediaan pasokan listrik dari 2015-2025 dan kemudian juga rencana strategis induk petrokimia. "Paling lambat rencana strategis tersebut bisa selesai sebelum Maret 2010. Rencana untuk energi mixed juga harus selesai Maret 2010," tandasnya.
Sementara untuk pengembangan investasi di sektor migas, Darwin menjelaskan untuk tetap memperhatikan Pertamina. Untuk migas akan liat dulu Pertamina, makanya dalam waktu dekat, kita akan melakukan kordinasi dengan Pertamina, sinkronisasi dengan Pertamina.
Untuk pengembangan panas bumi (geothermal), kami akan melakukan restrukturisasi regulasi geothermal. Bagaimana supaya pengembangan panas bumi dipercepat sehingga bisa mengurangi ketergantungan kepada energi minyak.
Adapun langkah yang bakal dilakukan, misalnya soal pemberian insentif. Skema-skema untuk dukung dan mengatasi kendala-kendala pengembangan geothermal sehingga sehingga keberaadan geotermal atau panas bumi dalam proyek 10.000 MW bisa lebih cepat pada waktunya. "Itulah kira-kira besar program 100 hari di Kementerian ESDM. Mengenai detailnya seperti, nanti akan dipertajam sebab saya tidak bisa sampaikan pokok-pokok tadi tanpa mendengar laporan terkini," tandasnya. [hid]