Minggu, 27 Mei 2012 | 23:03 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Redupnya Sang Bintang Roman Polanski
Headline
Roman Polanski - AP
Oleh: Vina Ramitha
web - Sabtu, 24 Oktober 2009 | 20:31 WIB
INILAH.COM, Bern Tenar dan berbakat bukan jaminan bahagia sampai tua. Seperti sutradara-aktor-penulis naskah Roman Polanski yang di penghujung karirnya harus berurusan dengan kasus hukum.
Tiga puluh tahun lalu, Polanski bertolak dari AS sejak terlibat dalam kasus seks yang melibatkan seorang gadis berusia 13 tahun. Sekian lama bebas berkeliaran di Eropa, pemerintah AS meminta tangan kreatif di balik film Che dan Cul-de-Sac itu dipulangkan alias ekstradisi ke tanah Amerika.
Kedubes AS di Bern telah mengirimkan surat permintaan ekstradisi resmi ke pemerintahan Swiss. Kami akan meneruskan permintaan itu ke Penjara Canton di Zurich dan akan ada sidang dengar pendapat ekstradisi, demikian rilis dari Departemen Hukum Swiss, seperti dilansir New York Times, Jumat (23/10).
Sutradara yang pernah diganjar Piala Oscar itu ditahan di Swiss sejak bulan lalu. Yakni sejak pemerintah AS mengeluarkan surat perintah penahanan dari kasus seks yang terjadi pada 1977 itu. Belum pernah ada sidang yang digelar untuk kasusnya itu karena Polanski melarikan diri ke negara yang tak memiliki perjanjian ekstradisi dengan AS.
Jika pemerintah Swiss mengabulkan permintaan itu, serangkaian sidang menanti pria yang pernah muncul di film Rush Hour 3 ini. Awal pekan ini, pengadilan Swiss menolak membebaskan Polanski dengan jaminan, karena mereka khawatir kabur ke luar negeri lagi. Tempat tinggalnya selama ini, Polandia, tak memiliki perjanjian ekstradisi dengan AS.
Sebenarnya, ketika kasus itu ramai dibicarakan pada Agustus 1977, Polanski sudah mengaku bersalah karena berhubungan seks dengan anak di bawah umur. Ketika itu, ia masih berusia 43 tahun dan saat ini ia sudah berusia 76 tahun. Jaksa Penuntut Los Angeles mengatakan akan membatalkan tuntutan jika pria kelahiran Paris, Prancis itu mengaku bersalah.
Namun sebelum hukuman diputuskan, Polanski kabur dari AS. Ia mengetahui hakim takkan mengurangi masa hukumannya meski telah mengaku bersalah. Penulis naskah yang memiliki satu proyek lagi pada 2010 ini pun bebas berkeliaran di Eropa, terutama tanah kelahirannya. Akhirnya, ia tertangkap di Swiss dengan surat penahanan yang telah dibuat 31 tahun lalu.
Pihak berwajib sengaja membuat surat itu karena yakin, Polanski pasti akan memasuki Swiss untuk menghadiri sebuah festival film yang digelar tahun ini untuk menerima penghargaan. Ia sempat setuju untuk membayar ganti rugi sebesar US$ 500 ribu kepada korban. Jumlah itu berdasarkan klaim korban yang baru dilakukan 12 tahun setelah kejadian.
Uang itu masih belum dibayarkan, ditambah US$ 100 lagi untuk bunga, tiga tahun setelah penyelesaian pada 1993. Uang itu merupakan permintaan ganti rugi korban yang mengaku diberikan campuran alkohol dan obat-obatan ketika sesi foto di rumah aktor gaek Jack Nicholson, di Hollywood Hills.
Tak jelas apakah Polanski telah mengangsurnya, meski ia tak kekurangan uang. Sementara itu, sang korban, Samantha Geimer yang kini telah berusia 45 tahun dan memiliki tiga anak, gerah dengan penanganan kasus ini. Januari lalu, ia sudah menyerah berjuang dan mengatakan semua terserah pemerintah AS.
Apalagi, tak banyak yang menyetujui jika sutradara berbakat ini menghabiskan akhir hidupnya di bui. Protes pun berdatangan, mulai dari politisi seperti Presiden Prancis Nicolas Sarkozy, hingga rekan sesama sineas dunia seperti Woody Allen, Martin Scorsese, dan Pedro Almodovar. Sejumlah kalangan Hollywood meminta Polanski segera dibebaskan dari kasus itu.
Namun, ada juga yang menyatakan keadilan harus ditegakkan. Seperti bintang film Kristie Alley dan Paul Petersen yang menolak membela Polanski.
Kini, Polanski sedang duduk di balik penjara di Zurich sambil berharap-harap cemas. Oscar Sutradara Terbaik-nya yang dimenangkan pada 2003 untuk film The Pianist dan nominasi untuk film Tess dan Chinatown terlupakan. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.