inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS
Berat Bersaing di Semua Segmen

Ponsel China Siap Libas Nokia

Headline
shanzhai - ist
Oleh:
Sabtu, 24 Oktober 2009 | 17:34 WIB
INILAH.COM, Jakarta Posisi Nokia sebagai produsen ponsel terbesar terancam. Belum pernah Nokia menghadapi kompetisi di segmen high, mid dan low end bersamaan. Ancaman terberat: ponsel China.
Vendor asal China, Lenovo, ZTE Corp, Huawei Technologies Co dan pembuat ponsel China yang disebut shanzhai atau "bandit" adalah yang paling keras menggerogoti penjualan Nokia di negara berkembang. Padahal negara berkembang merupakan salah satu pasar yang tumbuh paling cepat dan mencapai US$ 200 miliar hingga 2013.
Nokia seperti masuk dalam kotak. Produsen ponsel terbesar di dunia itu menghadapi persaingan yang ketat dari ponsel pintar iPhone dari Apple Inc serta BlackBerry dari Research in Motion Inc.
Kini, bisnis utama perusahaan Nokia yakni handset kelas menengah dan low-end yang menyumbang 55% pendapatan makin terkikis oleh pesaingnya di pasar negara berkembang. Ponsel China lebih cepat bereaksi dalam hal mode termasuk memunculkan handset Barack Obama dengan semboyan Yes We Can dan ponsel Budha emas.
"Nokia menghadapi persaingan di masa lalu, tapi saya tidak pernah berpikir mereka menghadapi kompetisi di high, mid dan low end dalam satu waktu seperti sekarang," kata Kulbinder Garcha, seorang analis yang berbasis di London Credit Suisse yang memberikan rating "berperforma buruk" pada Nokia.
Saham Nokia telah jatuh 18% tahun ini di bursa perdagangan Helsinki dan memiliki nilai pasar sekitar US$ 50,7 miliar. "Kami adalah merek nomor satu di pasar China dan memiliki strategi yang kuat di semua segmen pasar," bantah Thomas Jonsson, juru bicara Nokia.
Pada kuartal ketiga, saat Nokia memposting kerugian pertama laporan triwulanan sejak 1996, pangsa pasar telepon cerdas perusahaan itu turun menjadi 35% dari 41% pada kuartal kedua.
Salah satu ukuran makin berkurangnya pangsa pasar Nokia, kata Garcha, adalah pertumbuhan pengiriman chipset MediaTek Inc Taiwan yang masuk ke Lenovo, ZTE, Huawei dan telepon bandit.
Pengiriman MediaTek lebih dari dua kali lipat dalam dua tahun, melebihi 300 juta unit tahun ini, seperti terungkap dalam riset Credit Suisse. Kemajuan MediaTek itu menyebabkan 16% lebih banyak handset yang akan dikirimkan di seluruh dunia tahun ini, dibandingkan dengan 1,15 miliar unit yang diperkirakan sebelumnya.
"Nokia melaporkan pangsa pasar mereka 36-38%, tapi kalau volume MediaTek dapat dipercaya, maka Nokia akan turun menjadi 32%," papar Garcha.
Chief Financial Officer Nokia Rick Simonson yang ditunjuk sebagai kepala ponsel mid dan low end menolak ancaman dari vendor Cina. "MediaTek membuat banyak chip, tapi tidak pernah berakhir di perangkat yang sebenarnya," tegasnya.
Nokia mengumumkan kehilangan pangsa pasar di seluruh Asia untuk empat kuartal hingga September. Perusahaan itu mengatakan pangsa entry-level global yang mendominasi pasar negara berkembang, turun tahun lalu di kisaran 50% dari lebih dari 50% sebelumnya.
Annu Rauhala, seorang analis yang berbasis di Helsinki di Pohjola Bank mengatakan untuk saat ini, efisiensi dan reputasi manufaktur Nokia yang membuatnya masih mampu menjaga persaingan dengan China.
"Nokia diyakini cukup efektif karena skala ekonomi dan kualitasnya yang pembawa kepercayaan pada operator untuk memasarkan handsetnya," kata Rauhala. Nokia bisa mendapatkan komponen yang lebih murah dan memperoleh keuntungan, bahkan pada telepon termurah.
Sebuah ancaman yang lebih besar untuk Nokia adalah karena produsen China mendapat keuntungan karena menjual ponsel dengan merek perusahaan lain.
Pemimpin Venezuela membawa ponsel ZTE untuk dirakit secara lokal di negara itu yang disebut Vergatario, didukung Presiden Hugo Chavez. Sementara Huawei memasok persediaan ke Grameenphone, operator Bangladesh dikendalikan oleh Telenor Norwegia ASA yang menjual dengan merek sendiri dan menjual lebih dari 50.000 di bulan pertama.
Sedangkan Nokia tidak membuat ponsel dengan merek lain, meskipun memiliki beberapa merek bersama dengan operator termasuk AT & T dan Vodafone Plc, kata juru bicara Doug Dawson.
Sementara ZTE, pembuat handset terbesar keenam di dunia meningkat ekspornya 35 persen tahun lalu menjadi 31 juta unit. Sementara Huawei naik 68 persen menjadi 32 juta, menurut data peneliti pasar berbasis di Beijing BDA Cina. Apakah Nokia akan bertahan? [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.