INILAH.COM, London Mendekati pergantian tahun, bukan berarti para pemusik berleha-leha. Dua legenda musik, Paul McCartney dan Bon Jovi bakal menggelar tur untuk penggemarnya di dunia.
Sudah lima tahun lamanya Paul McCartney tak menjumpai langsung penggemarnya di Eropa. Selama itu, dia sibuk dengan dirinya sendiri. Termasuk mengurus rumah tangganya, perkawinan dan kemudian perceraiannya dengan Heather Mills.
Kini, McCartney, mantan personal Beatles itu, siap tampil lagi di hadapan publik Eropa. Dia akan mengawali tur bertajuk The Good Evening Europe di Hamburg, kota di bagian utara Jerman, pada 2 Desember. Tur itu akan diakhiri di O2 Arena London pada 22 Desember, 46 tahun setelah Beatles tampil dalam pertunjukan Natalnya di Liverpool.
Hamburg dan Liverpool adalah kota bersejarah bagi Beatles. Di kota inilah, Beatles unjuk gigi pertama kali di hadapan dunia dan kemudian jadi terkenal pada awal dekade 1960-an. Sedangkan Liverpool adalah kota kelahiran Beatles.
"Ini kesempatan bagi saya membawa show kami saat ini ke tempat di mana semuanya bermula. Diawali di Hamburg, diakhiri di London, dan akan mengguncang kota-kota di antara keduanya," ujar McCartney.
Tur McCartney terhitung singkat. Dia hanya menyinggahi tujuh kota di lima negara. Setelah dari Hamburg, dia akan tampil di Berlin, Arnhem, Paris, Cologne, Dublin, dan berakhir di London.
"Saya sudah tak sabar mengakhiri tahun ini dengan kepala tegak," ujar pria berusia 67, satu dari dua personal Beatles yang masih hidup.
Konser di Eropa ini menyusul laku kerasnya tiket pertunjukan McCartney dalam tur musim panasnya di AS, musim panas ini. Konser ini juga menandai akan segera rilis albumnya, Good Evening New York City, yang direkam di bekas Stadion Shea, tempat Beatles pernah tampil pada 1965.
Jika McCartney hendak melakukan tur singkat, tak demikian halnya dengan band rock Bon Jovi. Mereka bakal menggelar konser hampir selama dua tahun. Grup rock yang didukung Jon Bon Jovi itu bakal tampil di 135 pertunjukan di 30 negara.
Tur dua tahun itu akan diawali di Seattle pada 19 Februari. Mereka juga akan tampil di stadion Meadowlands, kandang baru klub American Football New York Giants dan Jets, senilai US$1,6 miliar. "Ini akan jadi (tur) dunia yang besar," ujar vokalis Jon Bon Jovi.
Bon Jovi dan gitaris Richie Sambora adalah dua lelaki asal New Jersey. Mereka menyebutkan, pemilihan konser pertama di stadion baru itu memiliki arti khusus buat keduanya. Sebab, mereka sudah lebih delapan kali tampil di Stadion Giants dan menganggap itu sebagai kandangnya.
"Jon Bon Jovi adalah warga New Jersey," ujar CEO Giants, John Mara. Tak mau kalah, pemilik Nets, Robert 'Woody' Johnson pun menimpali, "Dia legenda di New Jersey."
Bon Jovi menyatakan pertandingan sepak bola khas Amerika di Stadion Giants adalah ajang yang spesial buat dirinya sebelum band mereka terbentuk pada 1983 dan menjadi besar. Pemenang anugerah Grammy itu tumbuh di Sayreville dan merupakan pemilik tiket terusan di Stadion Giants. "Saya selalu tak sabar sampai ada pertandingan di sana," katanya mengaku.
Pengumuman tur itu digelar lewat pertunjukan yang hanya disaksikan 5.000 pemenang kontes klub dan pekerja konstruksi di parkir stadion baru itu. Dari jalan bebas hambatan, sekelompok petugas kepolisian menyaksikan saat band itu mencoba menjajal kemampuan, termasuk dengan memasukkan lagu dari album terbaru mereka The Circle dan lagu hits seperti You Give Love a Bad Name.
Kim Cardino, 42, seorang warga Lindenhurst, New York, melayangkan ciuman saat kendaraan sport serbaguna band tersebut meninggalkan tempat parkir setelah pertunjukan. "Hanya karena dia ada di dalam. Saya pecinta Bon Jovi. Sayangnya saya tak cukup dekat," katanya. [mor]