INILAH.COM, Houston Gelombang serangan H1N1 atau flu babi kembali melanda AS di 46 dari 50 negara bagian sementara pembagian vaksin masih belum merata.
Kami sekarang berada pada tahap kedua wabah influenza. Sebanyak 46 negara bagian melaporkan penyebaran meluas, kata kata Direktur Pusat Kendali dan Penyebaran Penyakit AS (CDC),Thomas R Frieden, Sabtu (24/10).
Data statistik yang dikeluarkan oleh CDC pada Jumat 23 Oktober memperlihatkan negara bagian yang tak melaporkan kegiatan luas flu adalah Connecticut, Hawaii, New Jersey dan South Carolina. Menurut Frieden, sejak awal tersebar pada April-Mei, tercatat lebih dari seribu kematian dan lebih dari 20 ribu orang dirawat di rumah sakit di seluruh negara tersebut.
Saat ini rakyat Amerika menuntut pemberian vaksin flu H1N1 yang produksinya molor beberapa pekan setelah jadwal karena tumbuh lebih lamban. Akibat penundaan produksi tersebut, pemerintah harus mundur dari perkiraan awal yang optimistis bahwa sebanyak 120 juta dosis vaksin akan tersedia pada pertengahan Oktober.
Penyebaran virus H1N1 ditambah penundaan produksi vaksin yang tak dapat diramalkan membuat rumit strategi CDC terhadap gelombang kedua wabah itu. Apakah ini akan berlanjut sampai musim gugur dan memasuki musim dingin, apakah itu akan hilang dan kembali pada musim dingin, hanya waktu yang akan memberitahu, pungkas Frieden. [*/vin]