INILAH.COM, Teheran Pemerintah Iran sempat menuding AS berhubungan dengan pelaku bom yang baru-baru ini menyerang Iran. Setelah menyangkal, hal ini dipastikan oleh seorang mantan agen CIA. Lho?
Intelijen Amerika memang memiliki kontak dengan Jundullah. Tapi pihak Iran telah mengetahui hal ini, melalui gathering intelijen yang dilakukan di negara itu, kata mantan agen Biro Intelijen AS (CIA) yang pernah ditempatkan di Timur Tengah, Robert Baer, seperti dilansir Press TV, Sabtu (24/10).
Baer mengaku pernah mendapat informasi bahwa pemerintahan mantan Presiden George W Bush pernah menghubungi kelompok Jundullah (tentara Allah) untuk melakukan kampanye anti-Iran. Namun mereka membatalkan niatan itu karena Jundullah dinilai terlalu dekat Al Qaeda.
Sementara pemerintah Presiden Barack Obama membantah tudingan itu. Terlebih lagi, Jundullah mengaku bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri yang menewaskan 49 orang, termasuk petinggi Garda Revolusi (IRGC) ketika pemimpin Syiah dan Suni sedang mengadakan pertemuan. Pelaku bom bunuh dirinya adalah seorang bocah berusia 13 tahun. [vin]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !