INILAH.COM, New York - Penyebaran virus flu babi berkembang begitu pesat. Sampai-sampai Presiden AS Barak obama menetapkan darurat nasional terkait penyebaran virus yang memakan korban itu.
Presiden AS Barack Obama menyatakan flu babi (H1N1) menyatakan penanganan flu babi harus segera ditangani dengan serius. Yakni dengan meningkatkan pengerahan layanan di unit gawat darurat di rumah sakit.
Demikian dilaporankan New York Times Sabtu (24/10). Pernyataan wabah darurat nasional itu ditandatangani Obama pada Jumat 23 Oktober malam dan diumumkan pada Sabtu.
Para pejabat lembaga-lembaga kesehatan mengungkapkan, lebih dari 1.000 orang di wilayah AS, termasuk hampir 100 anak-anak, tewas karena flu babi. Mereka juga menyebutkan 46 negara bagian di Amerika Serikat telah terjangkit flu H1N1 itu.
Dengan dikeluarkannya pernyataan darurat nasional itu, maka menteri kesehatan AS memiliki kekuasaan untuk menginstruksikan unit gawat darurat di rumah-rumah sakit untuk segera meningkatkan perawatan kepada pasien flu babi.
Rumah sakit juga akan diminta untuk segera memberikan pelayanan segera bagi masyarakat yang memerlukan tindakan agar mereka terhindar dari berjangkitnya flu babi. Sejauh ini, hanya 11 juta dosis yang telah disebarkan ke departemen-departemen kesehatan, tempat praktek dokter dan tempat-tempat lainnya.
Selain itu, menurut para pejabat pemerintah, pernyataan darurat nasional itu merupakan langkah untuk membuat keputusan lebih mudah, bukan merupakan reaksi dari perkembangan tertentu kasus flu babi.
Menurut data terakhir dari WHO, hingga 17 Oktober, menerima laporan bahwa selama tahun 2009 sudah 414.000 orang dipastikan --melalui pemeriksaan laboratorium-- terjangkit flu babi. Selama tahun 2009 ini, menurut laporan WHO, hampir 5.000 orang meninggal karena flu H1N1. Sebagian besar kasus pasien flu babi hingga meninggal itu terjadi di kawasan Amerika. [*/jib]