inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Stres dan Plastik Pengaruhi Kesuburan Pria

Headline
istimewa
Oleh: Liana Garcia
Selasa, 27 Oktober 2009 | 04:09 WIB
INILAH.COM, Edinburgh - Waspada terhadap pemakaian plastik dan pola gaya hidup modern yang Anda lakukan. Kombinasi antara stres dengan zat kimia yang terdapat pada plastik seperti mainan anak-anak hingga kartu kredit, terbukti meningkatkan kemungkinan cacat reproduksi.

Satu fakta baru diketemukan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Edinburgh University yang mengatakan stres akibat gaya hidup bisa merusak kesehatan laki-laki, khususnya pada gangguan kesehatan reproduksi.

Gangguan ini termasuk masalah testikel yang turun ke scrotum. Jika hal ini dibiarkan berlarut-larut, kondisi ini bisa memicu infertilitas.

"Studi ini tidak hanya melihat efek satu faktor tunggal terhadap ketidaknormalan pada laki-laki tetapi melihat kombinasi faktor gaya hidup dan lingkungan. Keduanya menyebabkan dampak yang lebih besar," kata Mandy Drake, sang peneliti seperti dikutip dari Dailymail.

Sebagian besar studi menunjukkan kalau gangguan reproduksi hanya disebabkan paparan zat kimia kadar tinggi dalam rentang waktu yang tidak normal. Padahal hanya sedikit manusia yang terpapar zat kimia seperti ini.

"Dalam studi ini terlihat kalau stres yang merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari, bisa meningkatkan risiko gangguan reproduksi. Selain itu, penelitian studi ini menunjukkan kalau zat kimia dalam kadar yang lebih rendah juga bisa menimbulkan efek yang berbahaya," terang Drake.

Studi yang dipublikasikan pada jurnal Endocrinology ini, mempelajari bagaimana kondisi rahim mempengaruhi perkembangan tikus jantan.

Beberapa tikus hamil diberikan ftalat (zat kimia pelembut plastik) yang banyak ditemukan pada peralatan rumah tangga termasuk tirai shower, vinil lantai, kemasan plastik, mainan dan kartu kredit. Selain itu, beberapa tikus juga diberikan suntikan hormon stres.

Penelitian menemukan, pemberian hormon stres saja tidak mempengaruhi testikel dan sistem kencing bayi tikus tetapi pemberian ftalat saja bisa mempengaruhi. Sedang pemberian keduanya memperparah gangguan.

"Stres dan zat kimia di awal kehamilan, menghambat perkembangan organ seks laki-laki serta mengganggu kesuburan di kehidupan selanjutnya," tegas Drake. [mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.