INILAH.COM, Teheran Tim pemeriksa Bada Tenaga Atom Internasional (IAEA) selesai memeriksa instalasi pengayaan uranium Iran. Sementara Barat masih menuding Iran memiliki senjata nuklir.
Para pemeriksa IAEA telah menyelesaikan pekerjaan mereka di Fordo (instalasi pengayaan uranium), kata Ketua Komisi Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Nasional di parlemen Iran, sebagaimana dikutip kantor berita negara tersebut, ISNA, Selasa (27/10).
Pekerjaan mereka terbatas dalam pemeriksaan Fordo. Sudah sewajarnya jika mereka meninggalkan Teheran setelah menyelesaikan pekerjaan itu, lanjutnya.
Empat pemeriksa IAEA tiba di Teheran pada Minggu pagi (25/10) untuk memeriksa instalasi pengayaan uranium yang baru diungkapkan bulan lalu, di dekat kota Qom, Iran Tengah. IAEA langsung meminta negara tersebut menyediakan keterangan terperinci dan akses ke instalasi tersebut sesegera mungkin.
Sementara para pemimpin AS, Prancis, dan Inggris telah mengutuk tindakan Iran yang diduga menipu masyarakat internasional dengan melibatkan kegiatan terselubung di instalasi nuklir bawah tanahnya yang baru.
Pada 1 Oktober, dalam satu pertemuan antara pejabat Iran dan utusan dari AS, Rusia, China, Inggris, Prancis, dan Jerman di Jenewa, Swiss, pemimpin tim perunding Iran, Saeed Jalili berjanji Teheran akan segera membuka instalasi barunya di dekat Qom bagi pemeriksa PBB. [*/vin]