INILAH.COM, Jakarta - BNI Bidik Pasar AljazairJakarta - BNI bekerjasama dengan KBRI Aljazair mengadakan one on one meeting untuk menjembatani kepentingan perdagangan Indonesia dengan Aljazair dan Tunisia.
Direktur Treasuri dan Internasional BNI Bien Subiantoro mengatakan perlu transaksi ekspor untuk antisipasi 2010 selain itu peran serta ekspor perlu ditingkatkan untuk kontribusi GDP Indonesia. "BNI antisipasi menyediakan infrastruktur yang sifatnya non LC,"ujar Bien,Selasa (27/10).
Dengan komitmen bisnis internasional BNI untuk bridging the world and Indonesia. Selama ini menjadi kendala adalah penggunaan LC.
Sekitar 35 persen LC sedangkan 65% non LC. Volume transaksi trade finance ekspor mencapai US$ 4,5 miliar pada 2008 sedangkan target tahun ini US$ 5,6 miliar dan market share 10% dari ekspor impor. "Kami mengundang pengusaha Indonesia untuk melihat potensi Aljazair," katanya.
Perekonomian dan pendapatan nasional Aljazair 98% bertumpu pada industri dan ekspor migas. Jumlah penduduk 38juta jiwa dengan GNP US$7.200. Indonesia baru di bawah 1% untuk ekspor ke Aljazair. Pendapatan fee BNI sebesar Rp 199 miliar per Sepetember 2009 dan Rp 182 miliar selama 2008.
Volume transaksi 2009 65% berasal dari transaksi impor dan 34% berasal dari transaksi ekspor. Transaksi pengiriman volume transaksi mencapai US$ 22,67 miliar dengan pendapatan Rp 166 miliar per September 2009. Sedangkan pada 2008 dengan transaksi US$ 19,54 miliar dengan pendapatan Rp 158 miliar. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !