INILAH.COM, Baghdad Dua bom bunuh diri mengguncangkan Irak, menewaskan 155 orang dan memerangkap 24 anak hingga tewas dalam bus. Benarkah kelompok militan Al Qaeda berada di belakangnya?
Para martir mengincar sarang pengkhianatan. Pembom bunuh diri sengaja mengincar pilar Safawi dan negara yang kami tolak pendiriannya di tanah kalifah. Itulah alasan kami mengincar target, demikian pesan yang disampaikan kelompok yang menyebut diri mereka Islamic State of Iraq, Selasa (27/8).
Menurut media AP, kelompok itu merupakan cabang dari kelompok militan Al Qaeda. Bom mereka mengejutkan jantung Kota Baghdad, tepat di depan Departemen Hukum dan Kantor Pemda Baghdad. Serangan ini yang paling banyak menelan korban selama dua tahun terakhir.
Padahal saat ini pasukan AS mulai dikeluarkan dari Irak dan pemerintah sedang mempersiapkan pemili pada Januari mendatang. Kesiapan negara ini untuk melaksanakan pemilu dengan aman pun menjadi tanda tanya besar.
Bom berdaya ledak besar itu dimasukkan dalam mobil dan diperkirakan pelakukanya berasal dari pemberontak Suni. Mereka menentang pemerintahan yang didominasi oleh Syiah. Bom diledakkan pada Minggu 26 Oktober lalu. [vin]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !