INILAH.COM, Jakarta - Pertumbuhan layanan data berperan besar dalam bisnis telekomunikasi mendatang. Alhasil, solusi LTE dan WiMAX menjadi mendesak jika tak ingin terjadi kemacetan jaringan.
Marcus Brocert Head of Sales & Marketing, Radio Access Nokia Siemens Network (NSN) mengatakan teknologi komunikasi Indonesia harus mulai beralih ke arah LTE (long term evolution). Karena teknologi yang ada sekarang GSM/EDGE, WCDMA/HSPA, CDMA 2000, dan fixed Wimax tidak akan mencukupi.
Perubahan teknologi itu diperlukan agar mampu menyeimbangkan pertumbuhan layanan data seperti tuntutan pasar. Mobile broadband akan lebih tinggi dari pada fixed broadband. Sudah ada sekitar 80% operator di seluruh dunia yang beralih untuk mengadaptasi IP atau Ethernet di akhir 2009 ini, katanya, kemarin.
Marcus mengakui sulit memahami sikap operator Indonesia yang lamban dalam membangun infrastruktur jaringan. Padahal analis Gartner menyarankan operator segera merencanakan kapasitas backhaul lebih dari 100Mbits/detik per site.
Ia menyatakan operator akan terus mengalami pertumbuhan trafik data yang cepat. Jika tidak masuk ke solusi LTE dan WiMAX, maka akan mengalami masalah bottleneck dalam mobile backhaul.
Banyak insfrastruktur di dunia yang didasarkan pada arsitektur kuno yang jelas tidak akan mampu secara efisien memenuhi persyaratan transport bagi jaringan generasi selanjutnya," ujarnya.
Mike Adams, NSN APAC Broadband Connectivity menyatakan saat ini operator menghadapi tiga tantangan besar. Bagaimana cara menarik dan mempertahankan pelanggan, bagaimana membentuk jaringan yang efisien, serta bagaimana memastikan kesiapan bandwidth untuk menerapkan layanan baru.
Padahal pertumbuhan data akan berlangsung sangat cepat setiap tahunnya, seiring makin meningginya konektivitas internet. Hal itu juga didukung dengan peningkatan pengguna internet untuk mengakses situs semacam MySpace, YouTube, Facebook, ataupun Google.
"Rata-rata tiap orang kini menyaksikan sekitar 3 video streaming per hari. Tren penggunaan gadget seperti iPhone dan BlackBerry menambah parah trafik jaringan," tambahnya.
Sementara kunci dari pertumbuhan pendapatan operator pada saat ini terletak pada layanan 3G/4G mobile broadband untuk generasi Web 2.0. Layanan ini memerlukan biaya per-bit yang semakin rendah dengan bandwidth yang makin besar. Pembangunan infrastruktur yang baik dapat memicu Indonesia ke arah negara berbasis teknologi khususnya di bidang komunikasi. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !