Sabtu, 26 Mei 2012 | 09:46 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Nyeri Sebagai Reflek Perlindungan
Oleh:
web - Rabu, 28 Oktober 2009 | 11:19 WIB
NYERI adalah reflek perlindungan atau proteksi karena kerusakan jaringan atau potensi kerusakan jaringan akibat rangsangan, sehingga terhindar dari kerusakan.
Jadi, nyeri timbul bila ada rangsangan dan ada yang menerima rangsangan tersebut.
Kemudian, reaksi tubuh adalah nyeri, yang dapat diungkapkan bermaca-macam istilah. Mengapa nyeri dikatakan reflek perlindungan?
Coba kita bayangkan seandainya tubuh kita tidak ada nyeri, barangkali mudah sekali terjadi kerusakan pada jaringan. Dari timbul rasa nyeri tersebut dapat dipakai sebagai cara mendeteksi suatu gangguan atau penyakit oleh seorang massieur atau terapis agar memudahkan mendeteksi gangguan, sekaligus memblokadenya.
Kalau saja tidak ada rasa nyeri tentu semua tidak dirasakan dan tidak ada reaksi tubuh. Untunglah kita diberi rasa nyeri sehingga semua kejadian di tubuh kita akan bereaksi untuk menghindar, sehingga jaringan tidak bertambah rusak.
Proses Nyeri.
Bila terjadi cedera pada jaringan, maka tubuh akan bereaksi dengan melepas zat-zat tubuh. Terutama yang berasal dari sirkulasi darah dan subtansi potasium yang berasal dari ujung saraf setempat.
Dengan pelepasan zat-zat kimia tadi, akan merangsang ujung-ujung saraf sensorik atau saraf nyeri dan akan dihantarkan ke medula spinalis. Selanjutnya oleh saluran persarafan disampaikan ke otak dan akan diinterprestasikan berupa rangsangan nyeri.
Dengan adanya rasa nyeri tadi bisa mengakibatkan spasme otot yang merupakan perlindungan diri dari adanya nyeri. Penderita kemudian akan membatasi pergerakannya terutama yang menimbulkan rasa nyeri, sehingga bila hal ini berlangsung lama akan menyebabkan kelemahan otot, dan selanjutnya penderita akan mengalami gangguan fungsi.
Secara teori massage, nyeri menandakan sebuah sinyal yang kadangkala tidak diperdulikan. Padahal nyeri, ngilu, pegal dan sebagainya adalah merupakan bahasa jaringan tubuh manusia yang memberitahukan bahwa di bagian tertentu perlu mendapat perhatian. Yang pasti kita harus percaya diri bahwa Tuhan Yang Maha Esa menciptakan penyakit pasti memberikan obatnya pula.
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.