INILAH.COM, JAKARTA Pebalap Indonesia dari tim ASH U Mild Motorsport, Hendriansyah menggunakan Honda CBR 600 di All Japan Road Race Championship Seri 7 di sirkuit Suzuka, Jepang, akhir pekan ini.
Hendriansyah mendapat wild card di seri final kejuaraan balap bergengsi ini dan akan menjajal trek balap sirkuit yang terkenal memiliki tikungan-tikungan sulit dan berbahaya.
Rencananya, hari Jumat (30/10) besok, Hendri akan memulai latihan bebas bersama tim gabungan Moriwaki dengan menggunakan Honda CBR 600 cc, sementara sesi kualifikasi dan raceday akan dilangsungkan di hari Sabtu dan Minggu (31/10-1/11).
Brand Manager U Mild Ahmad Nasyiruddin dalam keterangan resminya hari Rabu (28/10), mengatakan keberangkatan Hendriansyah ke All Japan Road Race Championship sebagai pebalap wild card merupakan salah satu program untuk menguji kemampuan dan menambah jam terbang Hendri di level Asia yang lebih tinggi dari Asia Road Racing (dulu dikenal FIM Asian GP).
Berkompetisi dengan para pebalap Jepang sebuah tantangan besar, karena banyak pembalap All Japan pernah menjadi pebalap Moto GP. Ini akan menjadi penjenjangan berikutnya bagi Hendri di kelas 600 cc, ujar Nasyir.
Hendriansyah merupakan satu satunya pembalap Indonesia yang mencicipi kelas 600 cc di All Japan. Sebelumnya pembalap Indonesia lainnya yang ikut All Japan adalah Doni Tata. Namun Doni hanya turun di kelas 250 cc.
Di kelas Supersport 600 cc ini tak main main, karena pada sesi kualifikasi saja Hendri harus bisa masuk 30 besar dari 45 starter. Jika tidak, saat race day Hendri hanya jadi penonton, tak boleh turun balapan.
Hendri mengungkapkan optimisnya bisa berada di urutan 15 besar saat sesi kualifikasi walaupun saingannya adalah pembalap-pembalap Jepang yang sudah terbiasa menjajal trek buatan Honda ini.
Meski belum pernah menjajal trek Suzuka, tapi saya optimis bisa masuk 15 besar karena sudah latihan keras dan mempersiapkan dengan matang. Doakan saja segalanya berjalan lancar, ujar Hendri.
Manager tim ASH U Mild Eddy Saputra mengatakan team sudah mempersiapkan segalanya dengan sebaik-baiknya, baik dari segi teknikal seperti motor yang akan digunakan nanti, maupun persiapan fisik Hendri.
Sepanjang dua minggu ini, Hendri sudah berlatih keras. Dia punya talenta yang luar biasa, dan kami yakin bisa kompetitif diantara pembalap-pembalap Jepang. Untuk motor, kami akan menggunakan motor Honda CBR 600 milik tim Moriwaki, tandas Eddy.
Menilik para pembalap yang akan berkompetisi nanti, Hendri mengaku hanya mengenal satu pembalap yaitu Inagaki Makoto. Makato dan Hendri sering bertemu pada ajang kompetisi level Asia tahun 2008.
Dari daftar pembalap, saya hanya mengenal Inagaki Makoto. Jadi saya benar-benar belum tahu kemampuan dan karakter lawan saya di Jepang nanti, jelas Hendri.
Siapa pun nanti yang akan menjadi lawan, Hendri harus benar-benar berjuang untuk bisa masuk kedalam grid kualifikasi yang berjumlah 30.
All Japan seri final ini akan mempertandingkan 4 kelas diantaranya kelas JSB 1000 cc, ST 600 cc, GP 250 cc dan GP 125 cc.
Untuk All Japan, trek yang dipergunakan hanya separuh dari sirkuit Suzuka. Sirkuit Suzuka yang dibangun tahun 1962 oleh John Hugenholtz ini memiliki lay out angka delapan yang hanya dimiliki oleh beberapa sirkuit di dunia, dan memiliki tikungan-tikungan berbahaya. [Tom]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !