INILAH.COM, Jakarta Tidak seperti awal musim Indonesia Super League (ISL) tahun lalu, kini di awal tahun keduanya ISL tidak diwarnai dengan berbagai pelanggaran berat.
Kondisi menggembirakan itu diakui oleh CEO PT Liga Indonesia Djoko Driyono di Jakarta. Hingga beberapa pekan bergulir, pihaknya hanya menemukan kasus-kasus yang tidak begitu mencolok.
"Sampai sekarang belum ada kasus yang berat dan menonjol. Komisi Disiplin pun belum pernah bersidang membahas kasus pertandingan, kecuali hanya memperingatkan tim-tim yang saat pertandingan mendapat empat kartu kuning atau lebih," kata Djoko seperti dilansir Antara.
"Bahkan keluhan atau protes terhadap kepemimpinan wasit sejauh ini juga belum ada yang begitu krusial. Meski ada sedikit protes dari klub, kami langsung menindaklanjuti. Awal kompetisi musim ini tak seburuk tahun lalu,"imbuhnya.
PT LI yang juga mengawasi permasalahan infrastruktur setiap tim menemukan beberapa pelanggaran-pelanggaran mengenai penggunaan stadion oleh beberapa klub yang diakui Djoko telah ditindaklanjuti.
"Kami telah menyurati empat klub yakni Persela Lamongan, Arema Malang, Persiwa Wamena dan PSM Makassar agar tidak menggunakan stadion mereka sebagai tempat latihan. Hal itu untuk menjaga standar kondisi lapangan agar tetap layak sebagai tempat pertandingan Liga Super," ujarnya.[*/nov]