INILAH.COM, Jakarta - Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia yang baru dilantik Linda Amalia Sari harus memperhatikan semua aspek dalam kehidupan kaum perempuan di Indonesia. Juga harus ada pendidikan di sekolah akan adanya kesetaraan gender.
"Semua aspek itu mencakup masalah kemiskinan, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, kesetaraan gender," kata Komisioner Komnas Perempuan Sjamsiah Achmad, di sela Dialog Publik: Peningkatan Kapasitas Institusi Negara dan Penyusunan Standar Perlindungan Hak-hak Azasi Pekerja Migran, di Jakarta, Rabu (29/10).
Sjamsiah menganjurkan pemberian pendidikan parenting di sekolah. Hal ini supaya anak dapat diajarkan sejak dini mengenai kemitraan yang setara dan adil antara laki-laki dan perempuan tersebut. Seperti, karena laki-laki tidak bisa menyusui dengan ASI, maka dia harus bisa memandikan anaknya.
"Yang jelas, laki-laki dan perempuan harus memiliki kesetaraan hak maupun kesempatan dalam pengambilan keputusan," katanya.
Sjamsiah berpendapat, apabila aspek-aspek di atas tidak diperhatikan, maka akan berpengaruh bagi kehidupan bangsa dan negara. Sebab, kaum perempuan memiliki cara pandang maupun pengalaman yang berbeda dari laki-laki.
"Itu yang disebut kodrat. Laki-laki kan tidak perlu mengalami menstruasi, kehamilan, atau menyusui, sehingga mereka tidak perlu adanya, misal, ginekolog," ujarnya.[*/nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !