INILAH.COM, Jakarta - Menteri KIB Jilid II yang belum melaporkan harta kekayaannya (LHKPN) ke KPK ramai-ramai menggunakan jasa akuntan publik. Lantaran mereka mengaku sibuk bekerja.
"Iya pakai, kita sedang ngurus itu. Karena ada National Summit, rapat-rapat, rapat tiap hari, tiga kali sehari," kata Menkominfo Tifatul Sembiring usai acara pembukaan National Summit di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (29/10).
Tifatul menuturkan, jadwal kerjanya sebagai menteri sangat padat. Bahkan tidak jarang harus menginap di kantor kementerian. "Sekarang sedang didata, walaupun sedikitkan berserakan," ujarnya.
Mantan Presiden PKS ini mengatakan kemungkinan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) yang sudah diimbau KPK ini bisa dilaporkan dalam pekan ini atau pekan depan. "Kan ada waktunya," kata dia.
Sementara itu, pada kesempatan yang sama Menkum HAM Patrialis Akbar juga mengatakan dirinya menggunakan jasa akuntan publik untuk mendata laporan harta kekayaannya. Hasilnya, lanjut politisi PAN ini, supaya lebih akuntable.
Mengenai kapan akan melaporkan kekayaannya, Patrialis mengatakan belum mengetahuinya. "Kan masih ada waktu dua bulan," pungkasnya. [mvi/bar]