INILAH.COM, Jakarta - Penolakan Ketua DPR Marzuki Alie atas pemanggilan Komisi IX ke Endang Rahayu Sedyaningsih, ternyata karena kasihan. Menteri Kesehatan itu harus menyusun progam 100 hari.
"Menkesnya saja baru dilantik. Kita juga harus menghargai dia sibuk, menyusun program kerja 100 hari. Kasihan, sudah dipanggil, apalagi kalau sampai dimarah-marahi," tuturnya dalam keterangan persnya di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (29/10).
Ia mengatakan, jadwal kerja (komisi) belum ada, sudah melangkah. Apalagi, Bamus saja belum dibentuk. Karena itu, Marzuki kembali menegaskan, tidak ada pembatalan. "Tidak ada saya telepon Komisi, atau Sekjen minta dibatalkan itu bulshit semua, omong kosong semua," kata Sekjen Partai Demokrat ini.
Persiapan, ia melanjutkan, lebih penting dan lebih baik. Karena, itu merupakan bagian dari tugas. Namun, pimpinan DPR tetap kolegial. "Tetap kolektif, lalu saya tanya kepada Pak Wakil (Marwoto) ada apa ini, kok saya tidak tahu. Beliau bilang iya saya dipaksa-paksa. Jadi tidak ada pembatalan," ujarnya.
Dijelaskan dia, pemanggilan Endang untuk kali pertama itu agendanya belum jelas. Seperti program yang akan dibicarakan seperti apa. "Supaya lembaga ini, tdak mengulurkan uang banyak, membiayai rapat, saya ingin lembvaga ini bekerja maksimal, dan optimal," imbuhnya penuh harap. [jib]