Senin, 28 Mei 2012 | 23:01 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Telkom Ancam Tutup Usaha Warnet
Headline
Istimewa
Oleh:
web - Jumat, 30 Oktober 2009 | 11:10 WIB
INILAH.COM, Parepare - Telkom mengancam akan menutup usaha warung internet (warnet) yang tidak menggunakan tarif normal. Telkom juga mendesak warnet yang berlangganan internet office untuk beralih ke koneksi warnet.

General Manager (GM) PT Telkom Parepare, Sulawesi Selatan, M Rifai Tajuddin, mengatakan usaha warnet di Kota Parepare yang menggunakan koneksi speedy milik PT Telkom saat ini cukup menjamur. Akibatnya banyak pengusaha warnet yang merasa rugi akibat persaingan harga yang tidak sehat.

Dulu tarif perjam warnet sekitar Rp 7000, dan saat ini turun menjadi Rp 3000, sehingga banyak diantara dari pengusaha warnet mengaku rugi.

"Kami tidak ingin usaha warnet ini seperti bisnis wartel dulu, semua menjamur akhirnya tidak lama kemudian banyak pengusaha yang mengalami kerugian," jelas Rifai.

Rifai mengatakan, saat ini PT Telkom Parepare, tidak lagi membuka pendaftaran koneksi internet speedy untuk usaha warnet, dan pihaknya sudah mengirim surat kepada sejumlah pengusaha warnet yang berlangganan koneksi internet office untuk beralih ke koneksi warnet. Sebab jika tidak, pihak PT Telkom akan menutup usaha warnet tersebut.

"Itulah yang menyebabkan tarif warnet tersebut harganya turun, sebab mereka ini berlangganan koneksi internet office akan tetapi dia gunakan untuk usaha warnet, jadi kasarnya mereka secara tidak langsung sudah menipu kami," kata Rifai.

Rifai menambahkan, berdasarkan aturan PT Telkom, koneksi internet speedy untuk usaha warnet per bulan dikenakan biaya sebesar Rp1.750.000, sedangkan untuk koneksi internet office adalah Rp750.000.

Diakui Rifai, PT Telkom pun mengalami kerugian dengan ulah sejumlah pengusaha warnet yang telah menggunakan koneksi internet office untuk kebutuhan usaha, termasuk meresahkan pihak pengusaha warnet yang sudah membayar sesuai kesepakatan.

Rifai menegaskan, bila sampai batas akhir Oktober ini mereka tidak memperbaharui kesepakatan, maka PT Telkom akan menutup usaha warnet mereka dan akan memberikan pada pengusaha warnet yang lain yang siap membayar tarif sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh PT Telkom.[*/ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
4 Komentar
khaerul ajam
Selasa, 15 Desember 2009 | 08:23 WIB
yang pasti pihak telkom bukan hanya membatasi pengusaha warnet, kalau bisa tarif warnet juga jangan terlalu mahal(mencapai 1.750.000), tapi diturunkan, masa provider selain telkom aja banyak yang murah murah. trus jangan terlalu banyak programnya, yang akhirnya konsumen jadi banyak memilih, siapa konsumennya yang yang gak mau lebih murah, kalau ada yang lebih murah kenapa harus pilih yang lebih mahal, masuk akal kan
oong
Jumat, 30 Oktober 2009 | 20:21 WIB
Namanya jg persaingan usaha... di jombang malah pake koneksi unlimited seharga 200rb...
bejo
Jumat, 30 Oktober 2009 | 15:58 WIB
seharusnya telkom berkaca dulu deh...kenapa banyak warnet yang menggunakan paket office, kalo bukan dari "oknum" telkom sendiri terus drmn?
arul
Jumat, 30 Oktober 2009 | 13:44 WIB
mulai dari telkomnya aja dulu, perjelas SLA-nya, jangan cuma mau menang sendiri ah
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.