INILAH.COM, Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat pertumbuhan laba bersih triwulan III 2009 Rp5,1 triliun atau naik 27,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Demikian pernyataan resmi Direktur Utama BCA D.E. setijoso dalam paparan materinya pada acara Paparan laporan keuangan BCA, Jumat
(30/10). "Laba bersih ini didukung oleh tumbuhnya pendapatan bunga bersih tumbuh 31,5% YoY menjadi Rp11,2 triliun didukung oleh komposisi neraca yang menguntungkan," katanya.
Untuk fase based income tumbuh 20% Yo3 menjadi Rp3,1 triliun terutama didukung oleh pertumbuhan pendapatan yang berasal dari jasa layanan rekening, kartu kredit, dan jasa valuta asing. ROA tercatat 3,4% dan ROE mencapai 31,8%.
Pada akhir September secondary reserves tercatat Rp67,7 triliun meningkat 193,2% dibandingkan dengan posisi sebelumnya. Total ekuitas meningkat 20,9 YoY menjadi Rp27 triliun dan rasio kecukupan modal dapat dipertahankan pada 16,3%. BCA telah membentuk penyisihan penghapusan aktiva bermasalah Rp2,3 triliun sehingga total PPA akhir September 2009 mencapai Rp5,5 triliun.
Posisi likuiditas tetap terjaga dengan didukung oleh peningkatan dana pihak ketiga 21,5% YoY menjadi Rp234,3 triliun. Total saldo giro meningkat 25% YoY menjadi Rp51,9 triliun dan saldo tabungan meningkat 12,9% menjadi Rp120,4 triliun. "Rasio kredit bermasalah (NPL) membaik menjadi 1,3% pada akhir Septyember 2009 dari 1,9% pada akhir Juni yang disebabkan restrukturiasi kredit bermasalah. Rasio provisi terhadap NPL 296,5% pada September 2009," ucap Setijoso. [san/hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !