INILAH.COM, Jakarta - Strategi mendongkrak pelanggan dengan bundling menjadi andalan. Berkat bundling, 600 ribu pelanggan berhasil digaet. Transaksi Rp 1 miliar berhasil diraup dalam sepekan.
Operator yang paling awal membundling ponsel QWERTY murah adalah XL. Operator yang jumlah pelanggannya terus naik drastis ini, bahkan mencanangkan bisa menjadi raja bundling di Indonesia. Kami sudah berhasil menjual sekitar 600 ribuan unit paket bundling ke pasar, kata VP Direct Sales XL, Djunaedy Hermawanto di Jakarta, kemarin.
Ia menambahkan XL menargetkan ponsel bundling bisa mencapai 800 sampai 1 juta unit. Hal ini tidak lepas dari strategi raja budling yang memang dicanangkan oleh XL pada 2009.
Bundling, katanya merupakan strategi menjangkau segmen pasar yang lebih luas. Program bundling juga memiliki kontribusi relatif lebih besar. Selain dari handset, kontribusi juga didapat dari bonus dan paket yang ditawarkan. Jika dilihat ARPU (average revenue per user) bisa mencapai dua hingga tiga kali lipat, tambahnya.
Operator baru juga tak mau kalah dalam tren ponsel bundling. Hermansyah Harjono, Deputy General Manager Pemasaran Hutchison CP Telecommunications Indonesia (Tri) mengatakan pihaknya sudah siap memasukkan handset baru. Tri siap mengeluarkan bundling baru sebelum tahun ini berakhir, katanya.
Sebelumnya, Tri menjalin kerjasama dengan LG memasarkan handset QWERTY. Beda dengan handset China, ponsel yang dipasarkan Tri itu dijual dengan harga lebih mahal.
Menurut Hermansyah, dalam membuat program bundling, Tri tidak hanya mencari keuntungan sendiri. Tri memikirkan pihak yang bekerja sama ikut mendapat keuntungan. Bundling sangat berguna bagi Tri, vendor ponsel dan konsumen, tegasnya.
Bagi perbankan, program budling juga wahana untuk memasarkan produknya. Tak hanya menyediakan cicilan 0% dengan handset BlackBerry, perbankan juga melirik budling ponsel murah. Seperti Bank Mandiri yang menyediakan cicilan 0% selama 12 bulan, untuk ponsel berharga 1 juta. Bundling itu memperbesar transaksi melalui kartu kredit.
Vice President Bank Mandiri Lila Noya mengatakan transaksi dari bundling ponsel murah itu sangat menjanjikan. Oleh karena itu mengapa kami mau bekerjasama dengan mereka, katanya.
Ia menjelaskan per satu event minimal bisa mencatat nilai transaksi hingga Rp 1 miliar. Padahal event itu hanya berjalan 1-3 pekan. Saya kira nilai transaksi yang menjanjikan ini menjadi alasan kami yang mendasar untuk mau bekerja sama, katanya. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !