INILAH.COM, Jakarta - Dalam sembilan bulan pertama tahun 2009, PT Aneka Tambang Tbk (Antam) berhasil memproduksi feronikel sebanyak 8.677 TNi atau setara dengan 72% dari target 2009.
Hal ini dismapaikan Sekretaris Perusahaan Antam, Bimo Budi Satriyo, dalam keterbukaan informasinya ke BEI, kemarin malam.
Sementara, seiring dengan krisis perekonomian global yang berakibat pada penurunan harga jual dan permintaan nikel dunia, pada tahun 2009 Antam menetapkan target produksi feronikel sebesar 12.000 ton nikel dalam feronikel (TNi) atau lebih rendah 32% dari pencapaian tahun 2008.
Sedang pada kuartal 3-2009 (Juli-September 2009), 3Q09), produksi feronikel tercatat sebesar 2.595 ton nikel dalam feronikel (TNi).
Dengan adanya penurunan target tersebut, lanjutnya, capaian volume produksi feronikel pada 9 bulan pertama 2009 ini lebih rendah 38% dibandingkan periode yang sama 2009.
Pada kuartal 3-2009, produksi bijih nikel kadar tinggi naik 24% dibandingkan periode yang sama 2008 menjadi 1.007.869 wmt seiring dengan peningkatan produksi untuk memenuhi permintaan konsumen yang mulai meningkat pada awal
semester II 2009.
Dalam kuartal 3-2009, produksi emas tercatat 587 kg (18.872 oz.), naik 5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu menyusul kenaikan produksi bijih yang naik 7% dibandingkan 3Q08 menjadi 97.779 wmt.
Dengan adanya penurunan harga jual komoditas feronikel dan bijih nikel akibat krisis perekonomian global, nilai penjualan Antam dalam kuartal ketiga (Juli-September) tahun 2009 turun 16% menjadi Rp6,268 triliun dibandingkan periode yang sama 2008.
Seiring dengan krisis ekonomi global yang berdampak penurunan permintaan, volume penjualan feronikel, yang kesemuanya diekspor, turun 49% pada kuartal 3-2009 menjadi 2.564 TNi dibandingkan periode yang sama 2008.
Volume penjualan emas naik 4% dibandingkan kuartal 3-2008 menjadi 2.611 kg (83.946 oz.).
Antam juga sudah menyelesaikan proses pengambilalihan Proyek Emas Cibaliung.
SElain itu, Antam melakukan switch on pabrik FeNi III setelah menyelesaikan optimasi pabrik yang dimulai pada Mei 2009 lalu.
Pada kuartal 3-2009, Antam melanjutkan kegiatan eksplorasi nikel laterit, emas, bauksit dan batubara di Indonesia. Total biaya eksplorasi pada kuartal 3-2009 mencapai Rp22 miliar. [cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !