INILAH.COM, Jakarta - Siti Hardiyanti Rukmana tak kuasa menahan haru. Penghargaan Abdi Luhur pada HUT Partai Golkar pada ayahnya, mempunyai arti penting bagi trah Cendana.
Mbak Tutut, begitu akrab dipanggil, tak memberikan banyak komentar. Begitu turun dari panggung tempat HUT Partai Golkar digelar, Sabtu malam (31/10), dia langsung bergabung dengan dua adiknya: Mbak Mamiek dan Mbak Titiek.
Ketiganya sempat bersalaman dengan beberapa pejabat teras Partai Golkar. Mereka juga bersalaman dengan beberapa pejabat tinggi negara.
Usai acara, Mbak Tutut berusaha untuk menghindari wartawan dengan tergesa-gesa meninggalkan tempat acara.
Diiringi dua adik kandungnya, putri tertua Trah Cendana itu menjawab pertanyaan wartawan dengan mata yang terlihat berkaca-kaca.
Bagaimana rasanya Pak Harto dapat penghargaan?
Ya, terimakasih banyak. Atas nama keluarga, saya berterima kasih kepada mereka yang memberikan penghargaan ini kepada bapak. Kami semua bersyukur. Kami sangat menghargai apa yang dilakukan kepada bapak.
Bagaimana keluarga menyikapi soal anugerah ini?
Terharu, terimakasih.
Saat ditanya tentang kemungkinan Keluarga Cendana kembali ke dunia politik, Mbak Tutut tidak menjawab. Begitu juga dua adiknya, Mbak Mamiek dan Mbak Titiek.
Mereka segera meninggalkan lokasi HUT Partai Golkar ke-45 di Pekan Raya Jakarta.
Untuk diketahui, setelah Tommy Soeharto gagal merebut kursi Ketua Umum Partai Golkar, dari Keluarga Cendana masuk nama Siti Hediati Hariyadi atau Mbak Titiek ke pengurusan Partai Golkar. Posisinya, Wakil Sekjen.[win/ims]