INILAH.COM, Jakarta - Ilmuwan menemukan perilaku seks mengejutkan pada kelelawar buah China. Perilaku kelelawar ini diperkirakan berhubungan dengan evolusi.
Ilmuwan menemukan kelelawar betina melakukan seks oral untuk mendapatkan pejantan. Seks Oral atau fellatio, sering digunakan dalam pemanasan pada manusia, tapi menurut peneliti jarang terlihat pada hewan.
Selama ini fellatio disebut terbatas pada manusia, meskipun simpanse bonobo juga melakukan untuk main-main.
Sekarang para ilmuwan menemukan kelelawar buah (Cynopterus sphinx) berhidung pendek secara rutin terlibat dalam seks oral. Dan pertama kalinya fellatio terlihat pada hewan dewasa selain manusia. Para peneliti berpendapat tindakan itu kemungkinan memiliki manfaat evolusioner.
Para ilmuwan di Guangdong Entomological Institute in Guangzhou China dan koleganya meneliti kelelawar itu. Meskipun kelelawar merupakan mamalia terbanyak kedua dengan lebih dari 1.100 spesies, namun baru sedikit yang diketahui mengenai kebiasaan kawinnya.
Hal itu karena gaya hidup kelelawar di malam hari sehingga sering tidak bisa diakses.
"Kami awalnya tidak mengira kelelawar melakukan felattio," kata peneliti Libiao Zhang, salah seorang ahli biologi di tim itu.
"Kami juga terkejut melihat betapa sering hal itu terjadi."
Para peneliti mengambil video digital pada malam hari dari kelelawar yang sedang berhubungan. Menariknya, betinanya melakukan felattio selama 14 dari 20 hubungan.
Felattio biasanya berlangsung selama sekitar 19 detik, atau kira-kira satu-dua belas waktu rata-rata dari kopulasi. [ito]