INILAH.COM, Jakarta - Ilmuwan mengumumkan telah menemukan jaring laba-laba sutra berusia 140 juta tahun. Jaring laba-laba itu ditemukan di Sussex, Inggris.
Getah pohon viskos mengalir di atas jaring laba-laba itu sebelum mengeras dan melestarikan isinya. Selain jaring, juga terdapat potongan tanaman, kotoran serangga dan mikroba kuno.
"Ini adalah jaring yang paling awal dalam catatan pengetahuan fosil kami," kata pemimpin peneliti Martin Brasier, seorang ahli paleontologi di University of Oxford.
Brasier dan koleganya menggunakan teknik komputer yang disebut confocal microscopy untuk merekonstruksi jaring dan memeriksa jalin-menjalinnya benang sutra.
Berbagai petunjuk, termasuk benang yang bengkok dan dilapisi dengan tetesan cairan lengket menunjukkan jaring laba-laba itu mirip dengan jaring zaman modern.
"Ini laba-laba yang berbeda dan menyisakan sedikit tetesan lengket sepanjang benang jaring laba-laba untuk menjebak mangsanya," kata Brasier. "Kami benar-benar memiliki tetesan lengket terpelihara di dalam ambar."
Analisis jaring juga memberikan wawasan tentang makanan laba-laba itu. "Aku menebak dari bentuk jaring bahwa ia makan serangga terbang seperti lalat dan leluhur lebah, tawon dan ngengat," kata Brasier.
Pada tahun 2006, para ilmuwan menemukan jaring kuno diperkirakan sekitar 136 juta tahun.
Penemuan jaring yang baru itu akan diterbitkan dalam edisi terbaru Journal of the Geological Society.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !