INILAH.COM, Jakarta Seolah mengulang kejayaan era Orde Baru, keluarga Cendana mulai kembali berkiprah di Partai Golkar. Kehadiran mereka kembali ke Golkar dianggap hanya untuk mencari perlindungan demi mengamankan bisnis.
Bermula saat Tommy Soeharto mengajukan diri sebagai calon Ketua Umum Golkar. Kini, dalam jabatan struktural telah ada Titik Soeharto yang menjadi Wasekjen Golkar. Sementara dalam perayaan ulang tahun yang ke-45 partai ini, sejumlah putri Soeharto ikut meramaikan.
"Ada pertimbangan politis dan kepentingan di sana," ujar guru besar Ilmu Politik Universitas Indonesia Iberamsjah saat berbincang dengan INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (1/11).
Pertimbangan politisnya, menurut Iberamsjah karena mencari partai baru sangat sulit. Sedangkan kepentingan yang mau diambil adalah ada perlindungan untuk bisnis yang sedang mereka jalankan. "Karena Golkar kan sudah terbuka sekarang," katanya.
Iberamsjah juga menyatakan, bahwa penghargaan Abdi Luhur yang diberikan Golkar kepada Soeharto adalah hal lumrah. Pasalnya Soeharto adalah orang yang membesarkan Golkar, sehingga tanpa Soeharto suara Golkar menjadi turun.
Dalam HUT Golkar yang digelar di Pekan Raya Jakarta, putri-putri keluarga Cendana datang. Mereka adalah Siti Hardiyanti alias Tutut, Siti Hutami Endang Adiningsih alias Mamiek, dan Siti hediat Hariyadi alias Titik. Titik sendiri dalam kepengurusan Partai Golkar juga telah menduduki jabatan penting sebagai Wasekjen Golkar. [mvi/nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !