Selasa, 29 Mei 2012 | 04:20 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Felix Sindhunata
BUMI Potensi Rebound, Wait and See Dulu
Felix Sindhunata - inilah.com /Dokumen
Oleh:
web - Senin, 2 November 2009 | 08:23 WIB
INILAH.COM, Jakarta Koreksi akhir pekan lalu, diprediksi dapat memicu technical rebound pada saham BUMI, Senin (2/11). Namun, tunggu kejelasan pergerakan BUMI selanjutnya. Rekomendasi wait and see untuk BUMI!

Pengamat pasar modal Felix Sindhunata memperkirakan, pergerakan saham BUMI hari ini akan mengalami technical rebound. Terutama setelah ada indikasi positif BHP Biliton yang tengah mengkaji penawaran BUMI terkait akuisisi tambang batubara Maruwai di Kalteng.
BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.500 dan Rp2.250 menjadi level supportnya, katanya kepada Ahmad Munjin dari INILAH.COM, di Jakarta.

Akhir pekan lalu, Jumat (30/10) saham BUMI ditutup melemah Rp100 (4,04%) menjadi Rp2.375, dengan intraday Rp2.575 dan Rp 2.350. Volume transaksi mencapai 475,07 juta unit saham senilai Rp1,1 triliun dan frekuensi 14.317 kali. Berikut wawancara lengkapnya:

Bagaimana peluang pergerakan saham BUMI awal pekan ini?
Saya perkirakan BUMI akan mengalami technical rebound seiring koreksi teknis akhir pekan lalu. Selain itu, BUMI juga mendapat sentimen positif dari BHP Biliton yang tengah mengkaji penawaran BUMI senilai US$500 juta untuk akuisisi tambang batubara Maruwai di Kalteng. Finalisasi penawaran itu, tepat pada hari ini, (Senin 2/11).
Ketertarikan BHP Biliton terhadap tawaran BUMI itu sangat positif. Karena itulah BUMI banyak mencari pinjaman, karena memang ingin ekspansi. Apalagi, terakhir BUMI juga baru resmi memiliki 98,39% saham Herald Resources setelah perseroan menutup tender offer atas saham Herald pada 20 Oktober 2009.

Bukankah utang-utang BUMI ini yang justru menimbulkan kekhawatiran investor?
Memang investor khawatir terhadap beban utang BUMI, sehingga mendorong pasar untuk cenderung konservatif. Saya akui saham ini masih mendapat sentimen negatif dari pinjaman CIC (China Investment Corporation) senilai US$ 1,9 miliar dan rencana penerbitan obligasi senilai US$ 500 juta di tahun ini.
Di satu sisi BUMI melakukan akuisisi untuk mendiversifikasi bisnisnya. Tapi, di sisi lain BUMI juga akan menerbitkan obligasi dengan nilai yang sama US$ 500 juta. Kemungkinan BHP Billiton dan BUMI akan memperjuangkan Maruwai. Maruai sendiri menurut saya sangat positif.

Apa saran Anda untuk investor?
Jangan khawatir. Memang, untuk short term Debt Equity Ratio BUMI akan tinggi. Tapi sentimen utang ini saya perkirakan hanya bersifat jangka pendek, karena memang sudah menjadi karakter BUMI. Pada saat naik, sangat kencang, turunnya pun kencang.
Tapi, jika sukses mengakuisisi Maruwai dan kepemilikan saham di Herald semakin jelas, tentu akan sangat positif. Dan, jangan lupa orang-orang manajemen BUMI merupakan orang-orang pintar. Mereka juga tidak mungkin berhutang kemudian menghancurkan semuanya.
Manajemen BUMI banyak dipegang oleh orang-orang India yang sangat taktis dan penuh perhitungan untuk urusan utang-piutang. Apalagi, selama utang-utang itu dipergunakan untuk ekspansi perusahaan yang cukup baik prospeknya. Investor sebenarnya tidak perlu khawatir.

Akan bergerak pada kisaran berapa?
BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.500 dan Rp2.250 menjadi level supportnya. Wait and see dulu hingga ada kejelasan arah pergerakan BUMI berikutnya. [ast]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.