INILAH.COM, Baghdad Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengirimkan utusan ke Baghdad, Irak, untuk menyelidiki bom mobil yang menewaskan 250 orang, pekan lalu.
Utusan khusus PBB Oscar Fernandez-Taranco telah tiba dan akan memulai pertemuan dengan para pejabat Irak. Ia akan membuat laporan pendahuluan mengenai keamanan di ibukota Irak, tutur Jubir UNAMI Said Arikat, Senin (2/11).
Fernandez-Taranco akan menemui sejumlah menteri kabinet dan pejabat Deplu Irak. Lawatan itu menyusul lobi intensif oleh Irak untuk meminta penyelidikan independen terhadap serangan besar-besaran di Baghdad pertengahan Agustus dan bom terakhir pada Minggu 25 Oktober itu.
Sekjen PBB Ban Ki-moon mengabulkan permintaan itu dan mengirimkan Fernandez-Taranco ke Baghdad. Sementara kelompok militan Al Qaeda di Irak mengakui serangan itu dalam pernyataan online-nya.
Serangan yang sama pada 19 Agustus, juga mengenai gedung pemerintah, menewaskan sekitar 100 orang. Presiden Irak Jalal Talabani pun meminta PBB untuk membentuk komisi internasional independen guna menyelidiki serangan-serangan besar yang telah menghantam negara itu sejak tahun lalu.
Talabani menyatakan bahwa menurut sifat dan ukurannya, serangan seperti itu hanya dapat dilakukan dengan bantuan pihak luar. Baghdad menuduh Suriah menyembunyikan dalang di belakang serangan-serangan itu dan PM Nuri Al Maliki menduga 90% gerilyawan yang menyusup ke Irak melakukannya melalui Suriah. [*/vin]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !